Tidak Bernyali ber-DH

Gowes oprotan kali ini saya gabung sama temen-teman dari JAMCY (Jakarta All Mountain Community).
adalah Esaf Epo yang mengajak saya mencoba trek Cikole – Lembang.

Pada awalnya saya kira treknya adalah AM (All Mountain) ternyata teman-teman Jamcy mencoba trek DH-nya, karena penasaran saya coba juga, dan hasilnya hemmmm takuutttt dan tidak bernyali, tidak hanya sepeda yang tidak mumpuni tapi mental terutama drof off nya yang ada yang mencapai 2 meter,  kalau yg dibawah 8ocm sih masih berani melewati. Mudah-mudahan ini karena baru pertama DH.

Trek DH saya coba 2 kali yang pertama pengenalan trek (karena cari chicken way … hahahaha) jadi agak lambat sampai bawah, pada uji coba ke dua lumayan cepat, karena sudah tau trek chicken way-nya hahahaha

Ya, lumayan lama nunggu temen-teman Jamcy main DH, bahkan sampai 5 kali turun.

.


Gambar tempat loading di halaman Kantor BCA Bandung dan Perjalanan ke Cikole


beraksi di tempat finish DH Cikole

Ketika saatnya akan AM dari Tangkuban perahu (Cikole) ke Lembang dimulai, saya semangat sekali. Dari portal Tempat Wisata Tangkuban Perahu, kita mulai memasuki hutan sekitar pukul 14.30.

Baru mulai masuk sudah disuguhi oleh turunan yang tidak goweable. bahkan harus mengendong sepeda. tidak hanya turunan kita TTB tapi juga banyak tanjakan. Untuk selanjutnya dapat di gowes hingga lembang.


Foto bersama ketika akan melalui trek AM Cikole-Lembang

Trek Cikole Lembang lumayan asyik ada 2 turunan yang agak ekstrem, tetapi masih bisa dilalui dengan bergowes ria. Trek yang didominasi dengan hutan pinus ini berakhir di Wana Wisata jayagiri. cukup menantang dan asyik.


Foto-foto dari teman-teman JAMCY

Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Jamcy yang mau saya tebengi, salut.

Share
 

No Reason

Tidak mengeluh adalah bentuk rasa syukur …

Sampai saat ini saya masih belum tau kenapa saya menikahimu.
Banyak yang punya alasan kenapa seseorang menikahi pasangannya.
Saya tidak punya alasan …
Saya menikah saja …
Saya menikahimu tanpa alasan …
Jadi tidak ada alasan untuk melepasmu …

Justru saya heran,
Kenapa mau menikahi saya ?
Kenapa mau mengikuti saya ?

Saat menikah denganmupun saya belum 100% yakin kalau kau pilihanku
Saat ini 14 tahun kita menikah,
Dengan setulus hati saya yakin bahwa “Aku Cinta Kamu”

Ya Allah
Terima kasih Engkau anugerahi wanita disampingku ini …
Terima kasih Engkau titipkan 2 anak yang lucu …

Tidak ada alasan Mencintai Kamu …

14 tahun menikahimu

Share
 

Putus Nyambung di Curug Panjang

Nanjak …..
Menurut Robek … Ketoeroenan soesah

Berawal dari milis Robek yang mengajak member ke Curug Panjang, saya sengaja tidak daftar karena melihat kondisi fisik saya yang sudah 3 hari sebelumnya terkena flu yang cukup berat, jadi hanya memantau milis saja, hingga subuh tanggal 2 April 2010, saya nekat memutuskan untuk ikut misi ke Curug Panjang, walau dengan kondisi fisik yang belum fit benar, hidung masih meler. Keputusan ini saya ambil daripada saya ngiler lihat teman-teman Robek ber-nanjak-ria. Mendingan ikut, kalau gak kuat ya turun pulang. Kami team Robek berjumlah 12 orang start dari Gadog.

Photobucket
Team Nanjak Robek di Gadog

Ini adalah kali pertama saya mencoba bersepeda nanjak, dan sudah putus dijalan, baru 3 km nanjak dah putus, napas tersenggal, dan kepala pening.
Bersama saya ditemani Om Hilman yang sama-sama putus.

Setelah agak tenang dan sudah tidak pusing, saya bersama Om Hilman melanjutkan perjalanan ke atas nanjak hingga Gunung Geulis, sampai disini kami berdua sudah bisa mengontrol kondisi fisik dan siap menanjak lagi, tapi karena dah tertinggal jauh dan tidak tau jalan kami putuskan untuk turun saja ke Gadog kembali dan sewa angkot untuk ke Rindu Alam dan meneruskan perosotaan.

Ditengah perjalanan naik angkot, kami berubah pikiran untuk menyusul rekan-rekan ke Curug panjang, sesampai di Raya Puncak kami belok ke arah Megamendung hingga di Pusdik Reserse, kami turun dari angkot, karena ini adalah jalur pertemuan dengan team Robek yang telah meninggalkan kami.

Karena masih kuatir team Robek sudah lewat, akhirnya kami berdua tetep melanjutkan gowes nanjak menuju ke Curug Panjang. tanjakan demi tanjakan serasa tidak berat, karena fisik kami telah stabil, hingga sampai di Curug Panjang.

Photobucket
tetep harus ada sesi narsis

Photobucket
Pengen buang sepeda ini karena gak kuat nanjak

Kami berdua melaksanakan sholat Jumat dan makan siang di Pintu Masuk Curug Panjang, ada sebuah Masjid disini. Hingga akhirnya kami bertemu dengan rombongan besar Team Robek.

Kami ber-12 melanjutkan perjalanan hingga ke curug-nya, dan kemudian mandi-mandi di sungai …. mantap sekali.

Photobucket
Mandi seger banget … tapi dinginnnnn

Perjalanan pulang dari Curug Panjang 98% turunan sebagai bonus.

beberapa evaluasi kanapa saya tidak kuat :
- teknik nanjak yang belum sempurna
- kondisi fisik yang kurang prima, belum recovery dari sakit.
- terlalu memaksakan mengikuti irama teman-teman robek yang sudah terbiasa nanjak (dengkul mereka XTR semua).
- kurang sarapan pagi dan minum krating daeng.

Apakah Menyerah dan Kapok ? jawaban saya “Tentu Tidak”
akan ada partai balas dendam  …..

Peserta yang ikut :
- Om Iman Permadi
- Om Afri – EO ke Curug Panjang
- Om Iwan QQ
- Om Eko
- Om OT / Tony
- Om Dewo
- Om Neo
- Om Emil
- Om Hilman
- Om Tjahyo (Dengkul XTR)
- Om Rambo
- saya

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada Seluruh Team Robek. Salut !

**sumber photo: Om Afri, Om Hilman, Om Rambo, saya

Share
 

Sopir taxi malam ini

“Mana pak saya bawakan tasnya”
Tanpa banyak kata saya serahkan tas saya.

Hari ini badan saya lelah banget, setelah seharian banyak aktifitas yang saya lakukan, dan kini saatnya saya pulang ke rumah … Bekasi.

Tidak tau kenapa hari ini Surabaya begitu panas, bahkan sore ini sehabis mandipun keringat ini ndak ada hentinya mengucur.

“Kemana Pak ?” Tanya Pak Sopir memecahkan lamunanku.
“Ke Juanda lewat toll aja ya Pak biar cepet” jawab saya sekenanya

Saya sandarkan tubuh di jok belakang taxi agar lebih nyaman.

“Bade ten pundi Pak ?”
“Jakarta Pak”

“Nyambut damel ten Jakarta ?”
“Nggih”

“Niku wau sinten, Bapak njenengan nggih ?”
Dalam hati ‘jangkrik wong iki rek’
“Nggih, leres”

“Bidang nopo ten mriko”
“Perumahan Pak”
(Sabar-sabar)

“Sampeyan Sales Pak ?”
“Nggih Pak kulo sales”
(Jancuuuk)

Dan masih banyak pertanyaan dan cerita beliau tentang diri beliau …
Oalah sabar sabar.

Bayangan akan santai karena tinggal perjalanan pulang ndak terjadi.

Saya tau maksut Pak Sopir baik, berusaha ramah, dan menjalin komunikasi, kalau lagi ndak capek sih saya biasanya meladeni, tapi saat ini lain.

Pelayan si Sopir seharusnya melihat situasi. Jawaban yg pendek dari lawan bicara, seharusnya diketahuinya bahwa lawan bicara sedang tidak ingin banyak bicara.

Pelayanan berlebihan dari sopir taxi ini menurut saya juga dilakukan oleh pegawai Pom Bensin Pertamina, Pegawai Bank dan masih banyak lagi. SOP yang formal membosankan seperti Robot.

Coba deh ente duduk dekat pintu masuk Bank, aneh kedengarannya, seperti robot. “Selamat pagi Pak/Bu, boleh saya tau keperluannya apa ?” “Silahkan antri disini Pak/Bu”

Kalau ada konsumen selesai bertransaksi, “Terima kasih Pak/Bu atas kunjungannya, Selamat Pagi”

Halah .. Sumpah SOPnya koyok robot.

Menurut saya, cukup dengan senyum tulus dapat memberikan arti yang dalam kepada konsumen.

**apes sesampai di Bandara pesawat terlambat berangkat 30 menit lebih karena alasan Operasional, setelah masuk pesawat, ternyata kelas ekonomi bebas pilih tempat duduk, diamput, percuma aku milih pinggir jendela asem !**

Share
 

Sepeda untuk Kehidupan

Pagi itu masih dingin
Jalanan sepi berbalut kabut
Ku kayuh sepeda lipatku ke Stasiun
Ku kayuh kebanggaan duniaku

Ah sial
Kuharus menunggu kereta
Kuparkir kecongkaanku disamping dan berbangga

Datang Tukang Koran dengan sepeda butut
Berpacu dengan waktu
Berpacu dengan peluh
Tukang Koran penjual dan loper koran
Tukang Koran dengan senyum dan semangat
Disanding sepeda butut disamping kesombonganku

Ah apa peduliku
Aku akan menikmati hari ini

Tersenyum kembali Tukang Koran kepadaku
Tetap bersemangat memilah korannya
Tetap bersemangat meletakkan di boncengan bututnya
Dengan segenap kebanggaan

Aku bersepeda untuk bersenang-senang
Tukang Koran bersepeda untuk sesuap nasi

Aku bersepeda untuk bersombong
Tukang Koran bersepeda untuk kehidupan

Ah malu aku
Malu pada Tukang Koran itu

Maafkan aku ya Allah yang telah bersombong
Maafkan aku ….

Share
 

Telaga Warna [extrem-track]

“Sesuaikan sepedamu dengan habitatnya !!!”
hahaha

Trek Telaga Warna,
Saya melewati trek ini belum pernah, tetapi mendengar dan membaca tentang trek ini saya langsung tertarik, sepertinya mantap banget.
Tanggal 16 Maret 2010 bertepatan dengan liburan Nyepi, kami baruberkesempatan untuk menjajal trek ini.
Rencananya sih kita akan tembus 2 trek sekaligus, Telaga Warna dan dilanjut ke Trek Rindu Alam, wah sangat menantang nih, pasti butuhstamina yang lumayan.
Tiba di Mang Ade dah cukup siang, tepatnya jam 8 pagi dan masih ada 1 peserta lagi yang terkena macet karena terlambat akibat dari harus ganti ban yang bocor.
Start dari Mang Ade pukul 10.15 sudah cukup siang, dan diguyur hujan yang cukup deras, tapi semangat kami cukup kuat dan tetap berani melawan hujan dan dingin.

Sebenarnya kami tergolong nekat atau bodoh, dengan kondisi hujan dan dengan kemampuan gowes teman-teman yang tergolong pemula, seharusnya kami melewati rute lain yang lebih bersahabat. Tapi ya sutra-lah, semua menginginkan tantangan baru.

Diawali dengan tanjakan ringan di kebun teh yang mayoritas makadam, kami masih bisa gowes dengan ketawa ketiwi, lancar makmur sejahtera, hingga warung sebelum masuk hutan.

Awal masuk hutan kami sudah disuguhi oleh turunan yang cukup licin karena trek bercampur dengan aliran air hujan. Sedikit demi sedikit turunan dan halangan dapat saya lalui dengan tetep berada di atas pedal, namun teman-teman yang lain banyak yang TTB (tuntun bike).

klik disini untuk melanjutkan cerita … saya terjatuh ….

Share