May 18

Mahayana

Mahayana adalah merk sebuah rokok, saya dapat dari mas Anton ketika sedang melakukan perjalanan ke daerah Lido – Sukabumi. Akan tatapi, ketika aku search di paman google tentang merk rokok ini “Mahayana”, ternyata banyak hal baru aku dapat dari merk rokok ini


pertama dari wikipedia, bahwa arti Mahayana adalah sebuah kekosongan-kehampaan,

Kira-kira pada abad ke-2 M, Mahayana barulah didefinisikan secara jelas. Nagarjuna mengembangkan filosofi “kekosongan” Mahayana dan membuktikan bahwa segala sesuatunya adalah “Kosong” dalam buku kecil “Madhyamika-karika”. Kira-kira pada abad ke-4, Asanga dan Vasubandhu banyak menulis buku-buku Mahayana. Setelah abad ke-1 M, kaum Mahayana meneguhkan pendiriannya dan setelahnya istilah Mahayana dan Hinayana mulai dikenal

satu lagi tentang kekosongan …..

Beberapa orang berpikiran bahwa “Kosong” atau Sunyata yang diajarkan oleh Nagarjuna adalah murni ajaran Mahayana. Ide ini pada dasarnya muncul dari konsep Anatta atau “Tanpa-Aku”, dalam Patticasamuppada atau Sebab Musabab Yang Saling Bergantungan, yang ditemukan dalam teks asli Pali Theravada. Suatu ketika Ananda bertanya kepada Buddha, “Orang-orang mengatakan kata Sunya. Apakah Sunya itu?” Sang Buddha menjawab, ”Ananda, artinya adalah tiada aku, atau apapun yang berhubungan dengan aku di dunia ini. Oleh karena itu, dunia adalah kosong.” Ajaran ini diambil oleh Nagarjuna ketika beliau menulis karya luar biasanya, “Madhyamika Karika”. Di samping ajaran Sunyata adalah konsep penyimpanan-kesadaran dari Mahayana yang berakar dari teks Theravada. Kaum Mahayana telah mengembangkannya ke dalam psikologi dan filosofi yang dalam.

kekosongan sejenis nihilisme ?  saya kira tidak, kekosongan di Mahayana yang saya tangkap memiliki arti filosofi yang lebih mendalam, yaitu kepasrahan dan kesendirian.

Kedua juga dari wikipedia tentang Borobudur, tentang filsafat mazhab Mahayana,

Filsafat itu mengajarkan bahwa setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Buddha harus melalui sepuluh tingkatan Bodhisatva. Apabila telah melampaui semua tingkat itu, manusia akan mencapai kesempurnaan.

disini dijelaskan bahwa seseorang harus berusaha menempuh beberapa tingkatan untuk mencapai kesempurnaan hidup

ketiga dari Samaggi-phala tentang K A N I S K A , disini terlihat perkembangan Buddha Mahayana seperti dibawah ini,

Kaniska memerintah di wilayah India pada tahun – tahun terakhir dari abad ke 1 Masehi. Pemerintahan Kaniska ( 78 – 101 Masehi ) merupakan titik permulaan dari sejarah agama Buddha dan kesusastraan Buddhis yang baru. Zaman ini menjadi saksi mulai berkembangnya agama Buddha Mahayana dan kegiatan Kesusastraan yang gemilang dari Parsva, Asvaghosa, Vasumitra dan lain – lain. Di zaman inilah bahasa Pali harus membuka jalan bagi bahasa Sansekerta.

sedangkan di Barat Nusantara menurut Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia dalam artikelnya Mari Bersahabat dengan Menapaki Jejak Peradaban Buddha Mahayana berkembang pada abad VII-IX Masehi

share itShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestEmail this to someoneShare on TumblrShare on Google+


Copyright © 2014. All rights reserved.

Posted May 18, 2007 by djokosantoso in category jurnalku, pengetahuan

9 thoughts on “Mahayana

  1. walahwalah

    Mas kira-kira yang bikin merek itu tau nggak ya, arti Mahayana…?? wah jangan-jangan mereka kalah karo sampeyan…!
    Segala seusatu bermula dari ketiadaan dan akan kembali tiada…!

  2. Djoko Santoso

    @ Walahwalah
    Iya tu mas, sayangnya aku dikasih teman pas lagi touring, pengen banget ngejar asal-usulnya

    @ Mas Ale
    Thanks dah mampir rombong saya ya mas

  3. bataviase

    thanks for the visit. Salam kenal kembali.
    Ternyata hanya dari hal-hal kecil yang semula tidak kita pedulikan — bisa jadi blog; bisa memahami ketiadaan; bisa menyadari bahwa segalanya perlu tahapan -in the contrary for budaya instant- dsb jadi sesuatu yang bernilai…
    Good work. Keep it up. Meski berusaha menghindari rokok, tapi ini bagus banget untuk dokumentasi realita. Salam.

  4. endangwithnadina

    coba aja mas dirasakan merokok dgn yg satu ini, sebatang aja…siapa tahu bisa lbh merasakan “kekosongan” yg dalam dan akan menimbulkan rindu utk merasakannya lagi…

  5. Djoko Santoso

    @ Mbak Endang,
    Gak berani Mbak, entar melambung, hi hi hi.
    Ini koleksi Mabak, masih utuh … sayang klo dibuka

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>