Togog
Kenapa ya rokok ini diberi merk Togog ? atau emang dikhususkan buat orang-orang yang memiliki sifat seperti tokoh Togog ini ? hemmm
Iseng iseng cari siapa sih tokoh Togog ini, ada beberapa sumber diantaranya wikipedia
Togog adalah putra dewa yang lahir sebelum semar tapi karena tidak mampu mengayomi bumi maka togog kembali keasal lagi alias tidak jadi lahir dan waktu bersamaan lahirlah semar.
Banyak yang menyebutkan bahwa tokoh Togog ini adalah tokoh yang jahat (antagonis ?), diantaranya :
dari Mata Blog, yang mengambarkan bahwa Tokoh Togog ini sebagai Ndoro Togog, ditulis sebagai berikut :
jadi kamu ngga tahu togog ya lee, togog itu saudara satu perut dengan semar. hampir mirip semar cuma mulutnya terlalu lebar karena rakus makan gunung hingga sobek sampai telinga. kamu tahu semar kan ? salah satu tokoh punakawan yang paling bijaksana, yang paling berpetuah dan sabar. nah, kalau togog itu kebalikan dari semar. togog itu suka menghamba yang selalu dijadikan budak dan penunjuk jalan para raksasa. karena yang namanya ndoro togog ini suka menghamba para raksasa yang lalim, maka sifatnya pun menjadi lalim. suka maling, suka bohong, dan tidak setia. ya pokoknya semacam itulah.
dari Sang Darma Blog digambarkan dalam tulisannya Togog dan Kita
Tokoh ini pernah juga dipentaskan oleh Theater Koma, dalam pementasannya berjudul Republik Togog. Dijelaskan oleh Arianti dalam Negeri Senja dalam tulisannya Republik Togog, dikatakan sebagai berikut :
Togog membungkus dirinya menjadi orang bijak. Berpura-pura menjadi Tejamantri yang rajin berderma, berhati suci, titisan raja dewa, menjaga tingkah laku dan tutur kata. Padahal, jauh di dalam sana Togog tetap saja Togog. Licik, culas, jahat.
Tokoh Togog ini juga dijadikan sebagai obyek penderita
atau bahan lawakan kala kita bergurau, seperti dalam ketawa dot com dalam banyolannya tentang Nyelundupke barang liwat pelabuhan.
ada yang menambahkan ? kasihan ya si Togog ini, tapi tetep saja turunan Dewa

Rokok Togog ini diproduksi oleh PR Rokok Togog Gombong
Share

bercerita tentang togog ama rokok hampir gak ada bedanya… tetap aja mengalir dan enak untuk dibaca sambil menambah pengetahuan tentang tokoh wayang.