<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Togog</title>
	<atom:link href="http://djokosantoso.com/2007/09/togog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://djokosantoso.com/2007/09/togog/</link>
	<description>blog orang males ngeblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2012 12:17:05 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: hegners</title>
		<link>http://djokosantoso.com/2007/09/togog/comment-page-1/#comment-1449</link>
		<dc:creator>hegners</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2010 13:50:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://djokosantoso.com/?p=70#comment-1449</guid>
		<description>trims ya Bos. sudah post produk kebanggaan keluarga kami. kami adalah anak dari pendiri PR ROKOK TOGOG GOMBONG Papa kami tercinta (alm) Oey Keng Oen.
Waktu dulu kami sering bercengkrama, saya pernah tanya kenapa di beri nama TOGOG. Kata Beliau Tokoh Togog itu adalah &quot;orang&quot; yang tidak pernah susah karena bisa membaur dengan semua kalangan baik di kalangan pandawa maupun kurawa. Hal itu diartikan rokok kami bisa diterima disemua kalangan (dijamannya).  Pada saat jayanya, rokok-rokok yang terkenal sekarang (spt :gudang garam) sangat jauh omsetnya bila dibandingkan dengan rokok TOGOG, rokok TOGOG lebih besar bahkan sampai ke malaysia.  Dan pada akhir hayatnya Papa kamipun seperti tokoh TOGOG. Beliau di Makamkan dengan cara budaya keturunan China, dengan iringan doa dari anak-anaknya yang muslim dan Nasrani. Bahkan di keluarga kami (Mama, kakak dan adik) mengadakan yasinan 7 hari, 40 hari, nyetaun (1 thn) dan nyewu / nguwis-uwisi (3 thn). Mungkin sedikit cerita ini bisa memberikan info buat teman-teman</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>trims ya Bos. sudah post produk kebanggaan keluarga kami. kami adalah anak dari pendiri PR ROKOK TOGOG GOMBONG Papa kami tercinta (alm) Oey Keng Oen.<br />
Waktu dulu kami sering bercengkrama, saya pernah tanya kenapa di beri nama TOGOG. Kata Beliau Tokoh Togog itu adalah &#8220;orang&#8221; yang tidak pernah susah karena bisa membaur dengan semua kalangan baik di kalangan pandawa maupun kurawa. Hal itu diartikan rokok kami bisa diterima disemua kalangan (dijamannya).  Pada saat jayanya, rokok-rokok yang terkenal sekarang (spt :gudang garam) sangat jauh omsetnya bila dibandingkan dengan rokok TOGOG, rokok TOGOG lebih besar bahkan sampai ke malaysia.  Dan pada akhir hayatnya Papa kamipun seperti tokoh TOGOG. Beliau di Makamkan dengan cara budaya keturunan China, dengan iringan doa dari anak-anaknya yang muslim dan Nasrani. Bahkan di keluarga kami (Mama, kakak dan adik) mengadakan yasinan 7 hari, 40 hari, nyetaun (1 thn) dan nyewu / nguwis-uwisi (3 thn). Mungkin sedikit cerita ini bisa memberikan info buat teman-teman</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Totoks</title>
		<link>http://djokosantoso.com/2007/09/togog/comment-page-1/#comment-210</link>
		<dc:creator>Totoks</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Sep 2007 04:17:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://djokosantoso.com/?p=70#comment-210</guid>
		<description>bercerita tentang togog ama rokok hampir gak ada bedanya... tetap aja mengalir dan enak untuk dibaca sambil menambah pengetahuan tentang tokoh wayang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bercerita tentang togog ama rokok hampir gak ada bedanya&#8230; tetap aja mengalir dan enak untuk dibaca sambil menambah pengetahuan tentang tokoh wayang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

