September 17

Wantex – Wenter pakaian no 1

Sepulang dari General Check-up sebelum puasa kemaren, saya mampir ke Soto Ayam Pak Sadi di Jl. Prof Dr. Supomo Jakarta bersama 2 orang teman kerja saya, Ketika sedang menikmati soto ayam, saya melihat ada sebuah gambar promosi, yaitu Wenter, atau pewarna pakaian merknya Padi Gunting. Unik sekali promosi ini, karena medianya, yaitu sebuah Lukisan tangan cat minyak dan bergaya jadul banget, asyik, membuat memori kita kembai ke masa lalu.

Media promosi lukisan tangan cat minyak ini tidak umum untk jaman sekaran, dimana teknologi digital printing sudah sangat biasa bagi insan periklanan. Dan ini memang langsung menarik perhatian saya. Tapi apa produknya masih ada ya ?

Bicara Wenter sendiri, menurut Paman adalah cara sederhana sebagian masyarakat kita untuk bergaya. Memang tidak dapat dipungkiri hal ini. Sewaktu saya SD dulu, untuk membuat kaos tim sepak bola saya berseragam, juga melakukan cara ini, yaitu di-wenter. Walaupun gagal waktu itu (kebanyakan air dari pada wenternya-hehehehe).

share itShare on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestEmail this to someoneShare on TumblrShare on Google+


Copyright © 2014. All rights reserved.

Posted September 17, 2007 by djokosantoso in category marketing, yang ringan

13 thoughts on “Wantex – Wenter pakaian no 1

  1. eja

    wantex blinya dmn y?saya pgn ngitemin lg clna jeans saya yg dh buluk .klo pke wantex bkl luntur g klo kna air?trus cr ngwantex nya gmn si?

  2. fifi

    Pak/Mas….mohon infonya Wantex-nya beli dimana…karena saya saya sedang cari2 untuk celana panjang kesayangan saya yang kelunturan. Tolong…japri saja…Thanks. Fifi

  3. dest

    kok warna wantex pudar,belel,trus kalo dicuci luntur,,,?????
    biar pekat gmn???
    trus,,ada brp jenis warna sih wantex itu?????

  4. huda

    katanya biar gak luntur lagi waktu di celepnya di campur garam dapur,,
    saya juga belum mencoba sih!!

  5. iseng

    teman2, wantex banyak kok.
    coba dateng ke tukang jait / obras di kota kalian.
    atau di pasar tradisional. biasanya ada

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>