Piknik ke Pulau Sepa
Pembubaran Panitia Family Gathering kantor, temen-temen ngajak ke Sepa Island. Mendengar nama ini saya ndak sreg banget untuk ikut karena sudah beberapa kali pernah ke pulau itu. Bayangan saya adalah kamar-kamar yang kurang terawat, shower yang tidak lancar … ahhh
Hanya keindahan alamnya yang membuat saya tertarik untuk ikut kembali. Saya langsung minta tolong Pak Kos untuk membelikan Amscud snorkling, karena punya saya yg lama kurang bagus, tak lupa pula saya minta dia untuk membelikan AquaPack, saya pengen banget mencoba untuk memfoto bawa air, nyoba-nyoba ceritanya. Hanya ini yang memotivasi saya untuk ikutan.
Hari pertama tiba dilokasi, saya tidak menyia-nyiakan diri dengan diam, langsung saja ganti baju dan “nyemplung” ke laut, awalnya sih di dermaga aja. Coba jepret sana-jepret sini tapi masih belum puas dengan hasilnya, maklum pakai pocket kamera.
Rombongan yg ke Sepa ini pada dasarnya terbagi 3 kelompok tujuan, yang pertama kaum banci poto, kedua manusia sabar kaum pemancing, dan yang ketiga penikmat laut seperti saya.
Kelompok pertama,
dengan berbagai gaya “pembantunya” langsung berpoto-poto ria, keliling pulau, ke hutan kecil, pantai dan lain-lain, tukang potonya sahabat saya Sutarmin Riadi, potograper yang mulai beranjak propesional, banyak job keluar. Nah pas didermaga ketemu kelompok saya “pecinta laut” langsung saja kita katain gaya2nya… dan akhirnya saya didaulat untuk dipoto dengan gaya yg bukan gaya “pembantu”. Nanti saya akan ceritakan di postingan lain dampak dari gaya2 saya, hehehe.
Kelompok kedua,
Para manusia sabar ini juga tidak menyia-nyiakan waktu, langsung edit kail dan “walesan”. ngeset sana-ngeset sini dan dilanjutkan jalan ke dermaga untuk mancing. Males banget saya ngikuti mereka, alias gak sabar, duduk termenung melihat dan merasakan getaran “walesan” … ah. Tapi untuk hasil tangkapannya saya suka sekali menikmati.
Kelompok ketiga,
nah saya dikelompok ini, para penikmat laut, snorkling, penikmat keindahan karang dan ikan kecil, belum sampai selam sih, mahal dan takut hehehehe. Singakat kata saya langsung saja kejar-kejaran sama ikan di dermaga … gak sabar untuk menuju Atol besok harinya, cuman kaki ini terluka karena karang… asyem
Malam hari kami melakukan kudeta restoran … hehehe, restoran sepertinya milik teman-teman karena saking tak tau malunya bernyanyi dengan home band disana, akhirnya tamu lainnya pada kabur, gak tahan mendengarkan jeritan pilu nyanyian temen-temen ..
Pak Bule dan Bu Bule yang hadir disana saya atas temen-temen mohon maaf ya … telah mengganggu kenyamanan anda
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba ….. ke Atol. Jam 8 pagi setelah sarapan, kami siap-siap untuk berangkat ke Atol. Degan naik 2 perahu kami berangkat, tidak sampai 10 menit kami tiba …. dan ketika akan mulai bergaya dilaut ……. Asyemmmmmm, kamera beserta AquaPack ketinggalan di kamar.
lemaslah saya, musnah sudah harapan … halah. Akhirnya saya jadi banci poto. hahaha
Jam 11 kami kembali ke Sepa, tapi sebelumnya mampir dulu ke Pulau Lumba-Lumba. Dan jam 2 kami kembali ke Jakarta ……. dalam keadaan masih dongkol, dendam kusumat …..
Siapa mau nemanin ke Sepa Lagi ?
.
**semua adegan dipoto dengan kodak C763**
Share










![djokosantoso.com posted a photo: AF-S 50mm F/1,4G | F/5,6 | 1/160s | ISO 200YN460II power 1/2 + softbox [front left]SB80DX 1/8 @35mm + umbrella [right]trigger PT-04NE djokosantoso.com posted a photo: AF-S 50mm F/1,4G | F/5,6 | 1/160s | ISO 200YN460II power 1/2 + softbox [front left]SB80DX 1/8 @35mm + umbrella [right]trigger PT-04NE](http://farm7.staticflickr.com/6091/6264623979_354dd3db1d_s.jpg)












mau tanya. saya tertarik ke pulau sepa. tp emangnya fasilitas di pulau sepa jelek ya??terimakasih
krn td katanya,begitu yg dibayangkan ttg pulau sepa ya kamar yg ga terawat dan shower yg macet2