Sandra #2

Episode 3
Berawal dari perkenalanku dengan Andi, seorang mahasiswa, disebuah Mall, kami akhirnya berpacacaran,
Kasih sayang itu akhirnya datang juga,
hanya kasih sayangnya yang aku harapkan, kasih sayang setulus hati dan menerima aku apa adanya. Semua biaya kos dan kuliah aku yang menanggung, hingga lulus…
Dalam dekapannya ….
“Sandra” Andi memulai pembicaraan
“Orang tuaku telah mengetahui statusmu, dan tidak merestui hubungan kita”
Air mataku mulai menetes di dadanya, pedih rasanya.
Aku ingin sekali berteriak, menangis yang keras
lagi …..
Aku ingin lari, lari dan lari
Aku mencoba mencari sebuah kartu nama yang ditinggalkan tamu aku waktu itu, aku bongkar laci meja riasku, dan aku dapatkan kartu nama itu …..
“hallo, ini Danang ?” tanyaku dari HP
Percakapanpun dimulai, aku tidak ingin terlihat guncang aku berusaha tenang ….
“Kapan kamu ke Jakarta ?”
“Minggu, jemput aku di Cengkareng ya”
“Ok”
.
Episode 4
Kembali aku tersadar dari pinsanku
Perih dibibir dan pipi aku rasakan,
Lapar yang teramat sangat
Berapa hari aku disekap sudah tidak tau
Seseorang dengan Laptop masih terlihat serius bekerja,
Nyala laptop menyinari wajahnya,
Gunawan !
“kamu lapar sayang ? haus?”
aku diam
“mau ini sayang ?” sebilah pisau diacungkan kepadaku
“kamu milikku seorang, disini kamu miliku seorang”
“tidak ada yang bisa memanggilmu lagi, Cuma aku hemmm Cuma aku”
“Cuma kepadaku kau minta pertolongan”
.
Episode 5
“apa kabar Sandra ?”
“kamu tidak pantas di tempat itu, kamu terlalu murah disana. Aku akan membuat kamu terkenal dan kaya raya.”
Danang membawaku menuju sebuah rumah di Tebet,
Aku hanya terdiam menatapi jalanan, menatapi keangkuhan gedung-gedung yang tinggi beralaskan kekumuhan dan kemelaratan.
Aku tidak ingin terkenal, aku tidak ingin kaya raya, aku cuma ingin lari.
“kapan kamu siap bekerja? 1 minggu ini kamu ikut perawatan dulu ya, juga aku ajari semua hal yang bisa menyenangkan kaum laki-laki”
Aku letih aku tertidur
Hari-hariku diisi dengan pelajaran bagaimana merias diri dan memuaskan kaum laki-laki, belanja pakaian, fitnes dll.
Hingga tiba saatnya aku mempraktekkan apa yang aku bisa.
“Sandra, Hotel Mandrin room 809, pukul 19.00, namanya Pak Anton”
“ok”. Aku set reminder di HP-ku
Keesokan harinya, aku mendapat pujian dari Danang karena pelayananku kepada Anton.
Berikutnya SMS :
- Four Seasons Hotel room 1003, pukul 15.00, Pak Harry
- InterContinental Hotel room 9001, pukul 12.30, Pak Albert
- dst … dst ….
aku menerima sekitar 2 jt setiap melayani dan semakin lama semakin besar, cukup untuk hidup di Jakarta
Tidak hanya urusan sex saya menemani para klien-ku, tapi juga untuk urusan bisnis misalnya tender, negosiasi dan lain-lain.
Lebih 2 tahun saya di Jakarta, saya sudah memiliki sebuah mobil dan sebuah rumah yang cukup mewah di daerah Pejaten. Town House.
.
Share