Sepeda untuk Kehidupan
Pagi itu masih dingin
Jalanan sepi berbalut kabut
Ku kayuh sepeda lipatku ke Stasiun
Ku kayuh kebanggaan duniaku
Ah sial
Kuharus menunggu kereta
Kuparkir kecongkaanku disamping dan berbangga
Datang Tukang Koran dengan sepeda butut
Berpacu dengan waktu
Berpacu dengan peluh
Tukang Koran penjual dan loper koran
Tukang Koran dengan senyum dan semangat
Disanding sepeda butut disamping kesombonganku
Ah apa peduliku
Aku akan menikmati hari ini
Tersenyum kembali Tukang Koran kepadaku
Tetap bersemangat memilah korannya
Tetap bersemangat meletakkan di boncengan bututnya
Dengan segenap kebanggaan
Aku bersepeda untuk bersenang-senang
Tukang Koran bersepeda untuk sesuap nasi
Aku bersepeda untuk bersombong
Tukang Koran bersepeda untuk kehidupan
Ah malu aku
Malu pada Tukang Koran itu
Maafkan aku ya Allah yang telah bersombong
Maafkan aku ….


jd inTinYa jgNLah kiTa MenjaDi oRaNg soMboNg ,,,jadiLah oRaNg Yg ReNdah haTi ,,oRaNg YaNg baiK haTi ,,,conTohNYa adaLah Ugi ,,,dia oRaNgNYa baiK ,Tidak soMboNg ,,,Rendah haTi ,,,daN saTu Lagi cuaNTek ,,,hwA ha ha,,,( soRRY deaR ,,,Thiz iz jusT foR a joke ,,,buT aCTuaLLY i’M agRee wiTh YouR woRds TodaY ,,,we jusT as ” MaNusia biasa ” ,,,whaTeveR ,,,hoWeveR ,,,jusT onLY God has aLL of eveRYThiNg noT uz,,,i Like YouR wRiTiNg TodaY ,,,iTs good ,,,i Love u deaR,,
Maaaaaa,
kalau mau komen tu yeee, jangan lupa log out dulu tu blog saya, hahahaha
jadinya seperti saya komen sendiri.
thanks ya dah mendukung aku bergowes ria … i love you