Telaga Warna [extrem-track]
“Sesuaikan sepedamu dengan habitatnya !!!”
hahaha
Trek Telaga Warna,
Saya melewati trek ini belum pernah, tetapi mendengar dan membaca tentang trek ini saya langsung tertarik, sepertinya mantap banget.
Tanggal 16 Maret 2010 bertepatan dengan liburan Nyepi, kami baruberkesempatan untuk menjajal trek ini.
Rencananya sih kita akan tembus 2 trek sekaligus, Telaga Warna dan dilanjut ke Trek Rindu Alam, wah sangat menantang nih, pasti butuhstamina yang lumayan.
Tiba di Mang Ade dah cukup siang, tepatnya jam 8 pagi dan masih ada 1 peserta lagi yang terkena macet karena terlambat akibat dari harus ganti ban yang bocor.
Start dari Mang Ade pukul 10.15 sudah cukup siang, dan diguyur hujan yang cukup deras, tapi semangat kami cukup kuat dan tetap berani melawan hujan dan dingin.
Sebenarnya kami tergolong nekat atau bodoh, dengan kondisi hujan dan dengan kemampuan gowes teman-teman yang tergolong pemula, seharusnya kami melewati rute lain yang lebih bersahabat. Tapi ya sutra-lah, semua menginginkan tantangan baru.
Diawali dengan tanjakan ringan di kebun teh yang mayoritas makadam, kami masih bisa gowes dengan ketawa ketiwi, lancar makmur sejahtera, hingga warung sebelum masuk hutan.
Awal masuk hutan kami sudah disuguhi oleh turunan yang cukup licin karena trek bercampur dengan aliran air hujan. Sedikit demi sedikit turunan dan halangan dapat saya lalui dengan tetep berada di atas pedal, namun teman-teman yang lain banyak yang TTB (tuntun bike).
Saya selama gowes dalam hutan tercatat 4 kali terjatuh.
- Dalam hutan mencoba perosotan pendek tapi agak curam, terjatuh karena ragu-ragu
- saya terjatuh dan masuk tebing yg tdk dalam, tapi terselamatkan dengan pepohonan yang ada jadi saya masih tersangkut pohon. Tapi sepeda menindihin saya.
- Ditempat om Jo jatuh saya juga jatuh. Bisa kayak prosotan gitu, saat saya jatuh saya masih melihat Om Jo dibawah, saya berdiri dan nekat menaklukkan turunan itu dan sukses sampai bawah tidak jatuh lagi.
- Setelah keluar hutan dan di jalan rumput habis beristirahat, ada lubang yang tertutup rumput, membuat sepeda terhenti dengan mendadak dan melompatlah saya kedepan mendahului sepeda.

saat-saat diriku terkapar di tebing
.
Hampir semua teman jatuh, yang TTB-pun terjatuh karena medan sangat licin.
Dari semua kejadian, yang paling berat adalah yang menimpa Om Jonardy Setyo Anggoro, dimana kaki Beliau sampai terdapat 4 jahitan.
Tapi salut buat temen-temen semua karena semangatnya luar biasa …..
.
Berikut rute dan vertical profilenya :
.
Perhatian : Trek ini tidak disarankan buat pemula … berat banget booo, kecuali mau TTB ya … silahken saja
Share









Tengkyu dan apresiasi kepada Om Djoko a.k.a DSO beserta Squad Adhibike yang udah ngajak dan nraktir di trek ini. Kalo dianalogikan ke film, susah untuk mengkatagorikan genre trip ini, mungkin komedi, tapi juga dibumbui horor-suspense (Sampe gak sadar kalo ada kuburan keramat, ya, Om? hehehehe).
Salut sama Om Djoko, yang napas dan dengkulnya XTR.
Kalo ada sumur di ladang, boleh saya nebeng gowes lagi?
Thanks Mas JePe,
saya tau Mas cuman sayang sepeda saja soalnya pake sepeda istri hehehehe,
coba sepeda dah balik, sampeyan bakalan nyalip saya …. hehehehe
btw, blog diurus lagi dong …. cakep tu Blog