August 2

Kenapa sih kalian ?

Kenapa sih kalian ?
(Itu adalah judulnya !)

Sejak jauh dari kalian,
aku jadi kurang teman yang bebas tertawa dan omong apa saja.
Aku jadi kurang teman yang aku cengin abis !! (Cuman Mas Dudung yg itu aja)
Aku jadi sering marah marah
Aku jadi sering ngomel ngomel
Rambutku tambah putih

Jadi ….
Ada apa sih dengan kalian ???

[Desain Logo by Ateminem TC 0064]

August 2

Suroboyo Carnival Night Market

Berada di Surabaya dalam rangkah silaturahmi dan halal bihalal di Lebaran tahun ini, saya beserta keluarga tidak lupa menyempatkan diri untuk bermain di Suroboyo Carnival Night Market (SCNM).

Hari pertama saya gagal bisa masuk ke lokasi karena parkir mobil yang sudah penuh dan ngeri melihat kepadatan pengunjungnya. Saat itu saya tiba di lokasi pukul 7 malam.

2 hari berikutnya, tepatnya tanggal 1 Agustus 2014, saya ke SCNM kembali tentunya dengan waktu yang lebih sore,

“bingo !!!”

Saya dapat tempat parkir mobil, walau di luar area (parkir umum dilapangan seberang lokasi). Ndak masalah yang penting bisa parkir.

Tiket masuk Rp 20.000,- per orang, karena masih sore, antrian di tiket tidak masalah. Masuk ke Lokasi …. Jeng jeng … Puenuh

Surabaya Carnival
Surabaya Carnival
Surabaya Carnival
Surabaya Carnival
Surabaya Carnival
Surabaya Carnival

Sampai pukul 13.00 malam sejak masuk pukul 18.00, anak2 saya cuman dapat 3 wahana, 4D (yang gak jelas sama sekali 4Dnya, karena antara pilem dan goyangan kursi gak sinkron blas ! 5% nya Transformer di Universal Studio Sin, hahahaha), Roller Coaster (ini lumayan untuk ukuran anak-anak, walau gak ekstrem) dan Go Cart. Harga tiket wahana memang sangat terjangkau.

Benerapa catatan saya tentang SCNM ini :

  • jam masuk dengan jumlah wahana yang katanya 50 jenis lebih (tulisannya di banner) tidak seimbang dengan lama beroperasinya (16.00-24.00)
  • petunjuk di wahana, bolehlah melokal dengan istilah surabaya “Mlebu” dan “Metu”, tapi seyogyanya dibawahnya ada dalam bahasa Indonesia dan Inggris, gak kabeh wong ngerti boso jowo cuk, dan saya melihat ada wong londo (baca:bule) yang masuk.
  • penggunaan kartu isi ulang untuk beli makanan dan minuman, anjrit ini menyulitkan ! Bikin ribet dan lama. Belum lagi dalam 1 hari harus habis dan angus kalau lewat hari (beda dengan kartu isi ulang timezone, dll), memang sih di pintu keluar ada lokasi refund, tapi bikin antri lagi, anjrit !! Bejubel. Mbok kalau bisa gampang langsung pakai uang gak usah dibikin ribet !
  • denah lokasi wahana tidak tersebar, baik berupa brosur maupun petinjuk di lokasi. Yang ada cuma petunjuk arah saja.
  • kenapa tidak ada tiket terusan, shit !!! Harus antri lagi di setiap wahana.
  • Suttle Bis dari area parkir luar area dan tempat-tempat pemberhentian umum sangat sangat kurang ! Huuuuu
  • penertipan pengunjung yang masih gak berbudaya antri ! Ini paling menjengkelkan !! Goblok gak berbudaya sak emak emak e !! Lah jadi emosikan aku.

Semoga SCNM ini bisa lebih baik lagi dan bisa menjadi kebanggan masyarakat Surabaya.
Amin

July 30

Kami tidak malas

Suami yang gigih menghadapi kehidupan
Suami yang gigih menghadapi kehidupan
Istri yang setia
Istri yang setia

Lelaki tua itu menunggu dagangannya hingga letih menghampiri.

Sedangkan sang istri membungkus dagangan dibelakangnya dengan setia.

Mereka menjajahkan dagangannya hingga 24 jam, menyambut pemudik yang melewati kotanya.

Kagum dan bangga pada kegigihan kedua orang tua itu.
Kagum dan bangga pada kesetiaan kedua orang tua itu.

Sekali lagi saya katakan

“rakyat Indonesia tidak malas”

July 28

Sobat Online Lama

Mas Samsjul Hudha and Me
Mas Samsjul Hudha and Me

Di suatu Sore, saya bersama anak dan istri sedang ke pusat jajanan, saya berjalan berlawanan arah dengan sobat saya yang kenal sejak 2005 tetapi belum pernah berjumpa sekalipun di dunia nyata,

Dan pusat jajanan itu membuat jalinan persahabatan yang dari sebatas dunia maya menjadi dunia nyata.

Thanks sobat sudah mampir dimeja sederhana tempat saya menikmati hidangan dgn anak istri.

Walau tidak pernah bertemu sebelumnya, namun saya merasa sangat dekat dengan sobat saya satu ini.

Say thanks to blogspot, wordpress, FB dan Whatapps.

Special thanks to Samsjul Hudha

July 28

Pisang Goreng [sebuah pendekatan]

Ini pandangan saya saja tentang konsep marketing sebuah pendekatan yang sederhana, dari orang yang ndak punya background marketing dan sangat bodoh dan kurang sekali jam terbangnya.
Jika salah saya ndak terlalu berdosa, jika benar dan bermanfaat, pahala saya banyak hahahaha.

Hal ini bukan sekedar tentang pisang pisang goreng, ini sebuah konsep pemasaran.

Berfikir sebuah analogi yang sangat sederhana dan berharap menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat.

Dalam hal memasarkan sesuatu strategi marketing merupakan hal awal yang harus kita putuskan. Terkesan sangat klise, tapi itu memang benar adanya.
[bahkan banyak pihak yang mengganggap remeh perbedaan Strategi dan Taktik, uhhh]

Ujung dari Strategi Marketing adalah Positioning, setelah kita mensegmentasi dan menarget sasaran kita.

Pentingnya positioning yang tepat adalah agar apa yg akan kita pasarkan sesuai dengan target pasar kita.

Pisang Bakar di Hotel
Pisang Bakar di Hotel
Pisang Goreng di Pasar tradisional
Pisang Goreng di Pasar tradisional

Saya mengambil contoh yang sangat sederhana tentang positioning ini.
Positioning Pisang Goreng, ya Pisang goreng, sederhana kan !

Pisang Goreng bisa dipasarkan di 2 target segmen yang berbeda, kelas bawah atau kelas atas. Mana yang benar ? Semuanya benar jika sesuai konsep, semua salah jika tidak sesuai konsep.

Sebuah Pisang Goreng bisa di jual dengan harga yang murah atau sangat mahal dan terserap tergantung dari kemasan (product), daftar menu (promotion), tempat jualnya (distribution/place) dan harga (pricing)
Di sebuah pasar tradisional pisang goreng bisa dijual sangat murah, Rp 5.000,- bisa kita dapatkan pisang goreng 1 bungkus besar, Namun di hotel berbintang, sebuah pisang goreng dengan source material yang sama bisa dijual dengan harga yang sangat mahal hanya dengan 3 biji pisang goreng, kenapa ?

  1. Kemasannya menarik dengan berbagai ornamen, keju, coklat, ice cream.
  2. Daftar menu dengan dilengkapi image hasil buah karya food fotografi yang menawan dan menggiurkan.
  3. Harga yang mahal, loh kok aneh !! Iya, tidak semua orng mau beli yang murah, ingat itu, “pride, self-esteem”. (Jangan diukur dari kaca mata kamu ya ! Hahahahaha).
  4. Tentunya dijual ditempat yang tepat dimana tempat itu didatangi oleh orang yang tepat.

 

Coba kita putar faktanya ya.

  1. Pisang goreng itu, diletakkan di bungkus bekas ujian anak sekolah SD dan hanya digoreng dgn minyak goreng biasa tanpa margarin, tanpa coklat, keju, stroberi dan keju sebagai pemanis, apa ya laku !
  2. Pisang goreng difoto dgn HP yang DoF nya lebar dan resolusi rendah, dengan Typo yang amburadul, apa ya laku !
  3. Harga murah banget, tidak membuat orang banga sama sekali mentraktir pisang goreng, apa ya laku !
  4. Dengan berbagai aseaoris, foto dan menu yang bagus, harga yang mahal, tapi di jual di Pasar Tradisional, pinggir kios jual ikan, apa ya laku !

 

Akhirnya kita kembali pada Taktik Marketing kita sebagai penjabaran lebih strategi marketing kita.

 

Teori : 4P lah atau yang lainnya, memang sangat klise, tapi hal ini adalah benar adanya.

Seringkali kita mengabaikan hal yang sepele karena kita sudah “mengganggap” hal itu biasa, dan yang terjadi kita malah melupakannya.

Apakah jika sudah melaksanakan ini semua, akan mudah penjualannya ? Hahahahaha pertanyaan naif !
Banyak faktor yang membuat “dagangan” kita “laku” di pasaran.

“Dagangan” maaf kata sederhana, untuk product, service, dll
“Laku” maaf kata sederhana untuk terserap.

Selamat berkreatif,
Ingat bagaimana memasarkan produk kita, ingat “pisang goreng”

Pisang Goreng sebagai philosophy

July 28

Blame Other

Blame Other
Blame Other

Menghindari diri dari kesalahan, dan berharap kita paling benar adalah sifat yang sangat alami dari manusia.

Menyalahkan itu sebagai sikap defensif untuk perlindungan emosional / egois.

Sumber : Blame Bad Behavior

Sering kali hal ini bahkan tidak disadari oleh sang pengecut pengucap.
Dan orang lain diharapkan oleh sang pengecut pengucap menanggung beban kesalahan.

Orang-orang yang menyalahkan orang lain cenderung melebih-lebihkan diri sementara pada saat yang sama dia tidak menyadari efek negatif dari tindakan mereka.

Beberapa orang menyatakan bahwa blamers (sang pengecut pengucap) memiliki gangguan kepribadian narsistik.
Tambah rumit ya ……

Menyalahkan adalah perilaku umum di antara orang-orang yang jatuh tapi ingin terlihat kuat.

Apapun itu, keberanin diri untuk bertanggung jawab atas segala akibat yang melibatkan kita lebih bersifat kesatria.

Jadilah kesatria