December 9

Accept or Leave it

Day 264/365 : No !!

“Menerima keadaan dengan Cinta dan Menggaulinya dengan sepenuh hati”

Di tahun 90-an ada sebuah film, Heaven and Earth. Sebuah film tentang perang vietnam. Yang saya sukai dalam film ini bukan karena peperangannya atau adegan tembak menembaknya, tetapi sisi kemanusiaannya dan banyak sekali hal hal mendasar bagaimana cara bertahan hidup (bukan dari si tentaranya).
Salah satu adegan yang paling saya ingat adalah ketika salah satu tokoh (wanita) rakyat vietnam yang sedang disiksa, diikat disebuah tiang dan bajunya dimasukin seekor ular. Pada awalnya wanita ini melakukan perlawanan terhadap kegelian dan kejijikannya terhadap ular ini, namun setelah tidak tahan, wanita ini menerima kegelian dan kejijikan, dan membayangkan hal indah lainnya, sehingga dia bisa “melalui” siksaan kegelian dan kejijikan ini.

Dalam perjalanan hidup kita, tidak semua kejadian, keadaan atau apapun selalu sesuai dengan keinginan kita. Hal ini terjadi baik didalam keluarga kita, kantor tempat kita mencari nafkah, komunitas kita ataupun dimanapun, bahkan ketika kita melakukan aktifitas yang kita sukaipun, ada kalanya kita tidak suka beberapa hal. Benar kan ?

Ok, sekarang yang penting bagaimana mengatasi hal ini agar kita bisa menikmatinya. Ternyata kata kuncinya adalah Accept. Kita terima saja.
Maksutnya ?
Sebagai contoh, ketika kita kedinginan karena diudara terbuka dan digunung (tentunya dalam batas2 tertentu), ketika kita melawan hawa dingin tersebut kita akan semakin kedinginan, coba “terima” hawa dingin ini sebagai sahabat jangan dilawan, terima saja, lambat laun kita akan melupakan dingin tersebut.
Saya di tahun 1997 an adalah penderita mag yang sangat parah, sampai 2 kali masuk rumah sakit. Mungkin buat yang pernah menderita, tau bagaimana rasa perih dilambung kita. Saya mencoba menerima rasa sakit ini menjadi sahabat saya dan saya “menerimanya”, ajaib, rasa yang sebelumnya teramat sangat sakitnya, berkurang, dan saya menjadi terbiasa dengan “rasa sakit ini”

Demikian pula dilingkungan kerja kita. Apakah keadaannya selalu sesuai dengan keinginan kita ? TIDAK. Apa yang harus dilakukan ? ACCEPT or Leave it. Sederhana kan. Kalau kita tidak mau keluar, ya terimalah keadaan ini sebagai hal biasa, dan “terimalah” keadaan ini sebagai sahabat kamu, gauli keadaan ini dengan rasa cinta, maka kita akan kembali nyaman dan yang terjadi adalah kinerja kita tetap terjaga, bahkan akan lebih baik.

Dalam rumah tangga kita, pasangan kita atau anak kita, dalam hal sifat, keadaan fisik, atau apapunlah, tidak selalu juga sesuai dengan yang kita inginkan, bahkan sebaliknya, mungkin ada yang tidak kita sukai. So what ? Kita mau Cerai ? Silahkan saja, tetap jalan tapi tetap tersiksa ? Ya silahkan saja. Yang harus dilakukan adalah “Accept”, menggauli keadaan dengan rasa cinta yang mendalam, yang akan kita dapatkan adalah kebahagiaan, Insyaallah.
Hai Ugi … Bella … Bara … Love you !!

Saya sebagai manusia biasa dan bukan malaikat, seringkali lupa juga akan hal ini, bahkan seringkali berlarut kejadiannya hingga saya terpuruk dalam sekali, tapi ketika menyadarinya saya kembali bangkit, kembali “menerima”, dan menggauli keadaan ini, sehingga saya merasa nyaman kembali, tersenyum kembali, berkarya kembali.

Apa Accept itu …. Yaelaaaahhhhhhhh ternyata adalah Rasa Syukur. 
Kenapa tidak saya pakai kata syukur ? Kita sudah biasa banget dinasehatin orang untuk bersyukur … Bersyukur … Bersukur …. Go to hell !!!! 
Sayaaaaaaa menolak nasehatmu … Bosan.

Haaa ? Ternyata saya melakukannya dengan cara yang lain … Accept, menerima keadaan apapun dengan cinta (anti pati saya pakai kata ikhlas, nanti klise lagi) dan menggaulinya dengan sepenuh hati.

Jadi yang akan membuat kalian bahagia cuma ada 2 pilihan : ACCEPT or LEAVE IT

October 25

Kesalahan konsep yang indah

Bvlgari Man in color

Dalam membuat suatu sesi foto seharusnya kita mengetahui hasil apa yang kita inginkan. Obyek yang akan kita foto tidak akan berbicara banyak jika kita asal saja dalam memotretnya.

Demikian juga dalam memotret benda mati, foto kita harus berbicara, bercerita banyak.

Still Life, adalah salah satu minat khusus di dunia fotografi.
Definisi Still Life Photography adalah menciptakan sebuah gambar dari benda atau objek mati tampak jauh lebih “hidup” dan “berbicara”. Kata STILL berarti benda diam atau mati sedangkan kata LIFE berarti hidup; memberikan konteks “kehidupan” pada benda tersebut, juga harus bercerita banyak.
Still Life mengkomunikasikan sebuah cerita yang menciptakan kesan dalam pikiran orang lain sebagai penikmat, dan itu membutuhkan pemikiran kreatif untuk dapat membuat objek menjadi sebuah cerita.

Kalau saya simak kata “kehidupan dan berbicara” adalah kata kunci yang pokok. Apa yang kita bicarakan dan kehidupan yang ingin kita ciptakan haruslah sesuai dengan karakteristik benda atau obyek tersebut, disinilah “konsep berbicara”

Kembali ke foto saya diatas, yang saya foto adalah Bvlgari Man, sebuah produk baru dari Bvlgari yang mulai dipasarkan pada tahun 2010.
Bvlgari Man memiliki base notes : cashmere wood, benzoin, white honey, amber and musk, dimana aroma rempah dan kayu sangat kuat. Hal ini mencerminkan sesuatu yang “Klasik, ambisius dan sedikit konvensional”.

Kata kuncinya adalah “Klasik, ambisius dan sedikit konvensional” itulah konsep yang seharusnya saya terapkan dalam foto saya tersebut.

Lalu apa yang terjadi dengan foto saya tersebut ?
Saya mengambarkannya menjadi sesuatu yang “dinamis dan sporty”, tentu saja hal ini sangat jauh dari aroma Bvlgari. Jika benar foto saya untuk materi iklan Bvlgari, maka akan timbul kekecewaan dari konsumen, foto saya “sangat tidak mencerminkan aromanya“.

Maka dari itu foto saya ini sangat jelek sekali, dan masih banyak lagi foto saya yang lain yang memiliki kesalahan yang sama.

Lalu apa yang saya pelajari dari kejadian ini ?
Saya menyimpulkan dari apa yang saya pelajari selama ini, dan tentu saja belum tentu benar (kalimat ditebali adalah manifestasi dari keraguan saya – hahahaha). Untuk memotret (Still Life) yang baik, harus memperhatikan aspek sebagai berikut :

1. Karakteristik Obyek.

Selalu kenali dan pelajari secara mendalam karakteristik dari obyek, cari sesuatu yang paling unik dari obyek tersebut, cari diferensiasinya, itulah keunggulan kompetitif obyek kita dibanding obyek lainnya.

2. Konsep.

Membuat konsep yang sesuai dengan karakteristik obyek kita. Saya lebih suka sebuah konsep yang sederhana, sehingga membuat penafsiran konsep yang mudah bagi yang menikmati. Tentukan juga targetnya, untuk siapa atau siapa yang “paling” kita inginkan menikmati foto kita.

3. Eksekusi.

Ini juga hal yang penting, saya juga cenderung membuatbeksekusiyang sederhana, memanfaatkan semaksimal mungkin apa yang kita punya, kalau memang tidak mumpuni baru kita beli atau sewa.

Eksekusi ini lebih ke aspek teknikal, bagaimana bermain komposisi, angle, pencahayaan, latar belakang dll.

Arrrrrgggghhhhh pusing !!
Lah itulah nikmatnya bermain …. Bermain dengan kamera seserius mungkin hahahaha

Selamat memainkan kameramu …
Bermainlah dengan kameramu seakan itu bagian dari tubuhmu, kenalilah seutuhnya

Bravo

October 8

Hungry

Day 269/365 : Hungry by djokosantoso.com
Day 269/365 : Hungry a photo by djokosantoso.com on Flickr.

Hungry iku lak boso londo, la boso jowone iku keluwen, malah wong Suroboyo ngomong “kelante” hahahahaha

Aku ise bersyukur ise iso mangan jangkep, minimal sedino ping telu, paling telat wae. Tapi akeh sedulure dewe iku sing sedino cuman mangan sepisan opo sepindo, soale gak ono sing digawe tuku panganan ….

Cobo sopo sing salah, negri dengan kekayaan yang luar biasa akeh iki, kok ise ono sing kelaparan …

Negri sugeh ning rakyate kelaparan.

Negri yang aneh kan

Ono petuah lama, nek pemimpin kuwi kudune mangan paling terakhir nek liyane wis keduman, lah nang negri ini, kok malah kebalikane yo …

Oalah aku iki wong cilik, mugo mugo, sak rejane jaman mengko negri ini benar2 makmur, rakyate podo warek, pinter kabeh.

Merdeka …
Via Flickr:

“When I’m hungry, I eat. When I’m thirsty, I drink. When I feel like saying something, I say it.” Madonna

AF-S 50mm F/1,4G | F/1,4 | 1/80s | ISO 400

October 5

Bad Wednesday

Sebuah percakapan neng warunge Cak Dul Semono

Ruslan : jiancuk, Njaluk kopine cak, rokoke jisamsu sak batang ae

(sambil bikin kopi Cak Dul mengomentari Ruslan)
Dul : sampeyan iku loh, isuk isuk kok mesuh mesuh, matio ae maren cak !

Ruslan : laiyo, isuk isuk kok nang omah rame ae, ribut tok, sebel aku nang omah, nggarai sedinoan iki rusak mood ku

Dul : lah yo ojo ngono Rus, yen ono problem yo ojo digowo neng endi-ndi rek
(Cak Dul memberikan secangkir kopi)

Ruslan : wah susah Cak, aku iki nek ngamuk awet (Ruslan ngisep jisamsu)

Dul : (nyumet sampurna mild menthol) kowe pengen ngerti ta piye carane ngatasi jengkel gak jelas koyok awakmu ngono ?

Ruslan : (nyuput kopi) taek cak, paling teori tok
Dul : la yo uwis nek kon gak gelem, aku yo gak patek en Rus, kon iku pancen cengkal kok
Rulan : jiangkrik, yo wis yok opo carane ?
Dul : rungokno yo …
1. Gawenen olah raga
2. Kon duwe hobby opo ? Wis lakonono hobbymu iku
3. Rungokno musik sing mbok senengi
4. Ojo gumbul wong sing podo2 gendenge koyok awakmu ngono
5. Mikir sing apik apik wae, wong londo ngomong positive thinking
Cobalah lakonono iku
Aku yakin gendengmu waras hahahahaha

Ruslan : jiangkrik, tapi bener juga sing mbok omongno cak, tak cobanelah, suwun yo cak.
Utang sek yo rokok ambek kopine

Dul : ohhh asemi, yo wis kono ojo digowo setres, dadi gendeng kon engkuk

Dialok imajinatif penulis :

Kadang kita merasa tidak nyaman dengan banyak hal
Hari ini saya banyak merasa tidak nyaman atau bad mood
Loh bad mood kok nulis ?
Lah itu makanya saya nulis, sebab saya lagi bad mood,
Sebab dengan nulis gini ada harapan saya dapat melampiaskan ke “bad”an saya menjadi lebih baik.
Ah berarti tulisan ini ndak penting dong ?
Iya memang ndak penting banget
Yang salah yang baca …. Ngapain juga baca

Salam

September 29

Something I do

Day 259/365 : Give me Freedom by djokosantoso.com
Day 259/365 : Give me Freedom a photo by djokosantoso.com on Flickr.

“Tidak melakukan terhadap sesuatu yang itu bukan karena saya tidak suka sesuatu yang itu, tetapi saya masih menyukai sesuatu yang ini …. “

ini adalah kata kuncinya

Ketika saya melakukan sesuatu hal atau menekuni hal tertentu secara serius …. ada beberapa seorang teman yang tanya ke saya …. Kenapa saya tidak suka pada sesuatu hal yang tidak saya kerjakan ?

Saya sangat heran dengan pertanyaan tersebut.
Saya sangat mengapresiasi segala sesuatu dari sisi yang positif, ketika menjalaninya, saya kadang-kadang sebagai manusia saya juga menilai sesuatu dari aspek yang negatif … kalau saya segera menyadarinya saya akan segera merubah apa yang saya pikirkan,.

Melihat sesuatu dari sisi yang negatif juga penting sebagai antisipasi atau peningkatan untuk menjadi lebih baik. Saya menggambarkannya PAST …sebagai masa lalu,

Melihat sesuatu dari sisi yang positif, akan sangat membantu kita dalam segala hal, baik dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat kita, ini adalah FUTURE

Kembali kepada pertanyaan teman saya diatas, maka jawaban saya adalah
“Tidak melakukan terhadap sesuatu yang itu bukan karena saya tidak suka sesuatu yang itu, tetapi saya masih menyukai sesuatu yang ini …. ”

Hidup kita adalah sebuah Perjalanan … Journey
“sebuah perjalanan apapun itu akan selalu bermakna dan berkesan jika kita senantiasa mengapresiasinya”

Kita ini adalah Musyafir !
Musyafir dalam segala hal … bahkan kita hidup di dunia inipun hanyalah musyafir … singgah sementara di dunia untuk menuju tempat yang kekal ….

Selamat berkarya !
Selalu berfikir positif

.
.

Catatan foto :
Foto saya diatas mengambil sebuah thema tentang keinginan untuk bebas ….
Bebas dari apa ? Bebas dari segala hal yang membelenggu kita … mulai fisik, pemikiran, idealisme dan segala hal.
Bukannya segala sesuatu itu ada batasannya ?
Betul, bahkan kemampuan kitapun akan terbatasi, dalam kehidupan bermasyarakat ada etika dan norma, dalam beragama juga ….
Tetap ikuti segala norma dll, tetapi jangan dengan batasan yang ada menjadikanmu belenggu untuk berkarya dan berkehidupan yang kreatif.

Foto ini adalah hasil dari saya bermain kamera dan kebetulan sekali menempati posisi terbaik di Flickr Explore tanggal 26 Sept 2011 di Urutan 4 … Alhamdulillah

Day 259/365 : Give me Freedom

AF-S 50mm F/1,4G | F/1,4 | 1/250s | ISO 200
SB80DX 1/128 @24mm + white umbrella
trigger PT-04NE