November 1

Cikidang – Pelabuhan Ratu

Kali ini saya gowes bareng Rombongan Adhi atau RoAd, yang merupakan komunitas pekerja bersepeda dari Perusahaan PT. Adhi Karya (persero) Tbk.
Baru pertama dalam sejarah pergowesan saya, start gowes jam 3 pagi, hihihihi
Ndak masalah yang penting semangat, berangkat dari rumah menuju point pertemuan di Kantor Pusat PT. Adhi Karya pukul 2.10 dini hari dan sampai di tempat pukul 3 pagi.
Setelah loading sepeda ke truk, pukul 4.00, kami berangkat ke Cikidang, dan sampai di start point Cikidang pukul 7.30, setelah persiapan dan sarapan seadanya, kami memulai gowes.


Foto Persiapan dan didalam Bis

Gowes kali ini ……. lanjutttttt

June 1

Tidak Bernyali ber-DH

Gowes oprotan kali ini saya gabung sama temen-teman dari JAMCY (Jakarta All Mountain Community).
adalah Esaf Epo yang mengajak saya mencoba trek Cikole – Lembang.

Pada awalnya saya kira treknya adalah AM (All Mountain) ternyata teman-teman Jamcy mencoba trek DH-nya, karena penasaran saya coba juga, dan hasilnya hemmmm takuutttt dan tidak bernyali, tidak hanya sepeda yang tidak mumpuni tapi mental terutama drof off nya yang ada yang mencapai 2 meter,  kalau yg dibawah 8ocm sih masih berani melewati. Mudah-mudahan ini karena baru pertama DH.

Trek DH saya coba 2 kali yang pertama pengenalan trek (karena cari chicken way … hahahaha) jadi agak lambat sampai bawah, pada uji coba ke dua lumayan cepat, karena sudah tau trek chicken way-nya hahahaha

Ya, lumayan lama nunggu temen-teman Jamcy main DH, bahkan sampai 5 kali turun.

.


Gambar tempat loading di halaman Kantor BCA Bandung dan Perjalanan ke Cikole


beraksi di tempat finish DH Cikole

klik disini untuk lanjut ceritanya …..

April 3

Putus Nyambung di Curug Panjang

Nanjak …..
Menurut Robek … Ketoeroenan soesah

Berawal dari milis Robek yang mengajak member ke Curug Panjang, saya sengaja tidak daftar karena melihat kondisi fisik saya yang sudah 3 hari sebelumnya terkena flu yang cukup berat, jadi hanya memantau milis saja, hingga subuh tanggal 2 April 2010, saya nekat memutuskan untuk ikut misi ke Curug Panjang, walau dengan kondisi fisik yang belum fit benar, hidung masih meler. Keputusan ini saya ambil daripada saya ngiler lihat teman-teman Robek ber-nanjak-ria. Mendingan ikut, kalau gak kuat ya turun pulang. Kami team Robek berjumlah 12 orang start dari Gadog.

Photobucket
Team Nanjak Robek di Gadog

Ini adalah kali pertama saya mencoba bersepeda nanjak, dan sudah putus dijalan, baru 3 km nanjak dah putus, napas tersenggal, dan kepala pening.
Bersama saya ditemani Om Hilman yang sama-sama putus.

Setelah agak tenang dan sudah tidak pusing, saya bersama Om Hilman melanjutkan perjalanan ke atas nanjak hingga Gunung Geulis, sampai disini kami berdua sudah bisa mengontrol kondisi fisik dan siap menanjak lagi, tapi karena dah tertinggal jauh dan tidak tau jalan kami putuskan untuk turun saja ke Gadog kembali dan sewa angkot untuk ke Rindu Alam dan meneruskan perosotaan.

Ditengah perjalanan naik angkot, kami berubah pikiran untuk menyusul rekan-rekan ke Curug panjang, sesampai di Raya Puncak kami belok ke arah Megamendung hingga di Pusdik Reserse, kami turun dari angkot, karena ini adalah jalur pertemuan dengan team Robek yang telah meninggalkan kami.

Karena masih kuatir team Robek sudah lewat, akhirnya kami berdua tetep melanjutkan gowes nanjak menuju ke Curug Panjang. tanjakan demi tanjakan serasa tidak berat, karena fisik kami telah stabil, hingga sampai di Curug Panjang.

Photobucket
tetep harus ada sesi narsis

Photobucket
Pengen buang sepeda ini karena gak kuat nanjak

Kami berdua melaksanakan sholat Jumat dan makan siang di Pintu Masuk Curug Panjang, ada sebuah Masjid disini. Hingga akhirnya kami bertemu dengan rombongan besar Team Robek.

Kami ber-12 melanjutkan perjalanan hingga ke curug-nya, dan kemudian mandi-mandi di sungai …. mantap sekali.

Photobucket
Mandi seger banget … tapi dinginnnnn

Perjalanan pulang dari Curug Panjang 98% turunan sebagai bonus.

beberapa evaluasi kanapa saya tidak kuat :
– teknik nanjak yang belum sempurna
– kondisi fisik yang kurang prima, belum recovery dari sakit.
– terlalu memaksakan mengikuti irama teman-teman robek yang sudah terbiasa nanjak (dengkul mereka XTR semua).
– kurang sarapan pagi dan minum krating daeng.

Apakah Menyerah dan Kapok ? jawaban saya “Tentu Tidak”
akan ada partai balas dendam  …..

Peserta yang ikut :
– Om Iman Permadi
– Om Afri – EO ke Curug Panjang
– Om Iwan QQ
– Om Eko
– Om OT / Tony
– Om Dewo
– Om Neo
– Om Emil
– Om Hilman
– Om Tjahyo (Dengkul XTR)
– Om Rambo
– saya

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada Seluruh Team Robek. Salut !

**sumber photo: Om Afri, Om Hilman, Om Rambo, saya

March 24

Sepeda untuk Kehidupan

Pagi itu masih dingin
Jalanan sepi berbalut kabut
Ku kayuh sepeda lipatku ke Stasiun
Ku kayuh kebanggaan duniaku

Ah sial
Kuharus menunggu kereta
Kuparkir kecongkaanku disamping dan berbangga

Datang Tukang Koran dengan sepeda butut
Berpacu dengan waktu
Berpacu dengan peluh
Tukang Koran penjual dan loper koran
Tukang Koran dengan senyum dan semangat
Disanding sepeda butut disamping kesombonganku

Ah apa peduliku
Aku akan menikmati hari ini

Tersenyum kembali Tukang Koran kepadaku
Tetap bersemangat memilah korannya
Tetap bersemangat meletakkan di boncengan bututnya
Dengan segenap kebanggaan

Aku bersepeda untuk bersenang-senang
Tukang Koran bersepeda untuk sesuap nasi

Aku bersepeda untuk bersombong
Tukang Koran bersepeda untuk kehidupan

Ah malu aku
Malu pada Tukang Koran itu

Maafkan aku ya Allah yang telah bersombong
Maafkan aku ….

March 22

Telaga Warna [extrem-track]

“Sesuaikan sepedamu dengan habitatnya !!!”
hahaha

Trek Telaga Warna,
Saya melewati trek ini belum pernah, tetapi mendengar dan membaca tentang trek ini saya langsung tertarik, sepertinya mantap banget.
Tanggal 16 Maret 2010 bertepatan dengan liburan Nyepi, kami baruberkesempatan untuk menjajal trek ini.
Rencananya sih kita akan tembus 2 trek sekaligus, Telaga Warna dan dilanjut ke Trek Rindu Alam, wah sangat menantang nih, pasti butuhstamina yang lumayan.
Tiba di Mang Ade dah cukup siang, tepatnya jam 8 pagi dan masih ada 1 peserta lagi yang terkena macet karena terlambat akibat dari harus ganti ban yang bocor.
Start dari Mang Ade pukul 10.15 sudah cukup siang, dan diguyur hujan yang cukup deras, tapi semangat kami cukup kuat dan tetap berani melawan hujan dan dingin.

Sebenarnya kami tergolong nekat atau bodoh, dengan kondisi hujan dan dengan kemampuan gowes teman-teman yang tergolong pemula, seharusnya kami melewati rute lain yang lebih bersahabat. Tapi ya sutra-lah, semua menginginkan tantangan baru.

Diawali dengan tanjakan ringan di kebun teh yang mayoritas makadam, kami masih bisa gowes dengan ketawa ketiwi, lancar makmur sejahtera, hingga warung sebelum masuk hutan.

Awal masuk hutan kami sudah disuguhi oleh turunan yang cukup licin karena trek bercampur dengan aliran air hujan. Sedikit demi sedikit turunan dan halangan dapat saya lalui dengan tetep berada di atas pedal, namun teman-teman yang lain banyak yang TTB (tuntun bike).

klik disini untuk melanjutkan cerita … saya terjatuh ….

March 8

Ngelundung

hati-hati pinjam sepeda !
Malam minggu, saya mencoba sepeda temen yang telah kena racun seli, sepeda itu milik Mas Kuskus. Karena kecerobohan saya, akhirnya saya jatuh tersungkur mencium tanah, jatuh pada posisi yang tidak tepat, dimana lutut saya jatuh terlebih dulu.

Pada mulanya tidak merasa sakit, biasa saja, Minggu pagi saat mau berangkat di acara Family Gathering kantor saya, mulai terasa ngilu di lutut, tapi tidak saya rasakan, malah saya masih bisa ikut sepeda sehat. Nah malamnya ….. sudah tidak tahan menahan rasa sakit di lutut …. sakit sekali.

Akibatnya …. hari Senin tidak ngantor, berjalanpun terasa sakit yang amat sangat.

Kenapa bisa terjadi ? ini adalah hal yang penting.
Saya tidak mempelajari posisi rem pada seli teman saya, handle rem belakang seluruh sepeda saya terletak disebelah kiri, tapi handle rem sebelah kiri sepeda teman saya adalah rem depan, akibatnya saya terjungkal …
(kapokmu kapan !)

pesan moral : kenali sepeda yang akan kamu kendarai

.

Category: gowes | LEAVE A COMMENT