September 23

Playing with my camera

Forest [explore] by djokosantoso.com
Forest [explore] a photo by djokosantoso.com on Flickr.

Ketika seseorang teman menyebut bahwa saya photographer, sesungguhnya saya sangat malu ….

Saya hanyalah bermain dengan kamera saya.
Saya hanya menikmati kamera saya.

Saya menikmati permainan dengan kamera saya seperti bermusik.
Dengan harmoni …..
Eksplorasi ….
Eksperimen ….
Kadang saya memainkan musik melo yang mendayu dayu
Kadang saya memainkan musik rock yang cadas
Sesuka hati saya
Tergantung suasana hati saya

Project 365 days saya ….
Sebuah perjalanan permainan musik kamera saya ….
Penuh liku, naik turun, bosan, sebal, semangat, kebelakang, kedepan …
Kenapa ? Sebab ini permainan buat saya.

Permainan adalah sesuatu yang santai tetapi dijalani dengan sungguh sunggu …
Tidak untuk cari siapa yang menang ….
Tetapi kenikmatan bermain itu sendiri yang dicari ….

Permainan saya dengan kamera juga sangat mungkin akan berakhir ….
Saya suka dengan sesuatu yang baru, sesuatu yang membuat saya bersemangat, jika permainan itu sudah tidak ada gairah pada diri saya, saya akan tinggalkan …

Ini bukan akhir …..
Saya masih menikmati permainan kamera saya …
Saya masih menikmati harmoni yang tercipta …

Sangat berlebihan menyebut saya seorang photographer …

April 27

No Reason

Tidak mengeluh adalah bentuk rasa syukur …

Sampai saat ini saya masih belum tau kenapa saya menikahimu.
Banyak yang punya alasan kenapa seseorang menikahi pasangannya.
Saya tidak punya alasan …
Saya menikah saja …
Saya menikahimu tanpa alasan …
Jadi tidak ada alasan untuk melepasmu …

Justru saya heran,
Kenapa mau menikahi saya ?
Kenapa mau mengikuti saya ?

Saat menikah denganmupun saya belum 100% yakin kalau kau pilihanku
Saat ini 14 tahun kita menikah,
Dengan setulus hati saya yakin bahwa “Aku Cinta Kamu”

Ya Allah
Terima kasih Engkau anugerahi wanita disampingku ini …
Terima kasih Engkau titipkan 2 anak yang lucu …

Tidak ada alasan Mencintai Kamu …

14 tahun menikahimu

March 24

Sepeda untuk Kehidupan

Pagi itu masih dingin
Jalanan sepi berbalut kabut
Ku kayuh sepeda lipatku ke Stasiun
Ku kayuh kebanggaan duniaku

Ah sial
Kuharus menunggu kereta
Kuparkir kecongkaanku disamping dan berbangga

Datang Tukang Koran dengan sepeda butut
Berpacu dengan waktu
Berpacu dengan peluh
Tukang Koran penjual dan loper koran
Tukang Koran dengan senyum dan semangat
Disanding sepeda butut disamping kesombonganku

Ah apa peduliku
Aku akan menikmati hari ini

Tersenyum kembali Tukang Koran kepadaku
Tetap bersemangat memilah korannya
Tetap bersemangat meletakkan di boncengan bututnya
Dengan segenap kebanggaan

Aku bersepeda untuk bersenang-senang
Tukang Koran bersepeda untuk sesuap nasi

Aku bersepeda untuk bersombong
Tukang Koran bersepeda untuk kehidupan

Ah malu aku
Malu pada Tukang Koran itu

Maafkan aku ya Allah yang telah bersombong
Maafkan aku ….

October 22

Kopdar Kolektor Rokok

Pagi banget saya harus bersiap,
hari ini adalah kopdar pertama komunitas kolektor rokok indonesia
saya belum prepare sebelumnya, langsung saja saya kumpulin sekenanya rokok-rokok yang kembar, karena belum saya pilah-pilah sehabis mudik kemaren, masih berantakan dikamar Bara anakku. belum lagi mencetak usulan logo komunitas dari saya, weleh ….. serba tergesa-gesa.
Untungnya sang istri sabar membantu, mulai menyiapkan sarapan saya …. dan membantu berkemas sebisanya. Love You Ugik !!

Gambir, ya Stasiun Gambir, saya harus menjemput Cak Kandar dari Cirebon, maka jam 7.45 saya langsung berangkat …. Pukul 8.45 kereta ArgoJati tiba di Jalur 4 Stasiun Gambir, saya lihat Cak Kandar bawa tas koper hitam (isi ular ya Cak ? hehehe). Langsung meluncur ke Rumah Mas Medi.

Setelah bolak-balik kesasar 2 kali karena tidak percaya sama GPS (hehehe) akhirnya ketemu juga … kayaknya kami yg kedua datang deh setelah Mas Dedi. Baru kemudian yg datang Mas Ari beserta toser komunitas kolektor rokok Mas Fabian (tukang toser), kemudian yang lain pada datang pada waktu yang hampir bersamaan.


Para Kolektor sedang njagong


Nah kalau ini sedang barter dan dagang rokok

Setelah berkenalan saling cerita macam-macam [sepertinya kok dah akrap banget dan seperti kenal sudah lama banget]. Oh ya, hadir juga Mas Romi dari Koran Tempo, kita racunin, gak tau terkontaminasi atau tidak.

Kegiatan disana macam-macam, antara lain :

  • makan-makan
  • minum-minum
  • barter rokok
  • cerita tips berhunting rokok
  • cerita bagaimana mengharmoniskan antara hobby dan keluarga
  • jualan rokok
  • saling mencela
  • bikin kotor rumah Mas Medi
  • wawancara eksklusive … hehehe
  • deklarasi
  • poto-potoan
  • pemaksaan penunjukan juragan kolektor rokok
  • dll hehehe

Beberapa keputusan penting antara lain :

  • Juragan kolektor rokok yg ditunjuk adalah Mas Emir
  • Dana revolusi per orang Rp. 50.000,- dengan Bendahara Mas Ari
  • Kopdar berikutnya di Cirebon pada bulan Januari 2009
  • Dibuatnya web kolektor-rokok.org
  • Segera diubahnya milis kolektor menjadi kolektor-rokok@yahoogroups.com


hasil tukar menukar rokok dan barang pajangan Mas Emir

Saat barteran rokok, saya bawa rokoknya Mas Ari 14 bungkus, dan dengan Mas Dedi kami impas saling bawa 13 bungkus, dan dengan Cak Kandar Rokok saya dibawa 8 bungkus. Nah untuk rokoknya Mas Ari 14 bungkus yang saya bawa enaknya ditukeri rokok atau saya palak saja ya ?

hemmmm ada usul ?

😕

October 12

Melayat

tululit lulit …. tululit lulit ….
pertanda SMS masuk ke HP saya …. beritanya :

Innalillahi wainnailahi rojiun …
Telah berpulang Ayahanda bp Suluh Priyanto, dalam usia 80 tahun,
hari ini di RS di Semarang, dan disemayamkan di Masjid Takwa Halmahera Smrg,
jam 10.00 wib jenasah akan diberangkatkan ke Kebumen untuk dimakamkan.
Demikian Informasi yg kami terima. Rina – PT AR

Innalillahi wainnailahi rojiun …
Saya masih kaget dan bingung, tidak lama kemudian HP berbunyi lagi, kali ini telepon dari Ibu Renny ….

“Djok, kamu berangkat ya ke Kebumen dengan pak Joko Triyono dan Pak Karjono, kalau bisa langsung saja ke Bandara gak usah ke Kantor Pusat untuk Halal bi Halal” … dst

Bagus … lirik kebelakang mobil, tidak tersedia baju cadangan, hemmmm … cabuttttt

Berangkat dari Bandara via Lion pukul 11.40 tiba di Yogjakarta pukul 13.00, langsung dengan mobil sewaan melaju ke arah Kebumen. dalam perjalanan karena tidak sempat makan, kami membeli makanan ringan di sebuah minimart, disebelahnya ada kios kecil ….

Jiwa hunting rokok saya tidak hilang, langsung beli rokok dibawah ini .. hehehehe
itulah dari mana saya mendapatkan rokok ini … ketika sedang melayat

Singkat kata kami tidak dapat pesawat karena kemalaman tiba di Yogjakarta kembali, dan harus menginap di Hotel semalam.

Keesokan paginya saya kembali ke tanah air jakarta via Batavia Air dan membawa 1 temuan lagi sebuah wanita … (itu gambarnya dibawah ini, sedang sms) hehehehe … ada yang kenal ?

Data Rokok :
– Kondang – PR Putra Permata Biru – jepara
– Sam & Son – PR Putra Permata Biru – jepara
– Tembang Mas Alami – PR Tunas mandiri – Pacitan
– WTC – PR hendra Jaya – Kudus
– Weenak Tenan – PR hendra Jaya – Kudus