July 30

Kami tidak malas

Suami yang gigih menghadapi kehidupan
Suami yang gigih menghadapi kehidupan
Istri yang setia
Istri yang setia

Lelaki tua itu menunggu dagangannya hingga letih menghampiri.

Sedangkan sang istri membungkus dagangan dibelakangnya dengan setia.

Mereka menjajahkan dagangannya hingga 24 jam, menyambut pemudik yang melewati kotanya.

Kagum dan bangga pada kegigihan kedua orang tua itu.
Kagum dan bangga pada kesetiaan kedua orang tua itu.

Sekali lagi saya katakan

“rakyat Indonesia tidak malas”

May 16

Day 124/365 : Umbrella Boy

Day 125/365 : Umbrella Boy by djokosantoso
Day 124/365 : Umbrella Boy a photo by djokosantoso on Flickr.

Mereka rela mencari nafka …
berhujan-hujan ria … demi mengkais rejeki, semoga digunakan untuk keperluan kebaikan.

Apa yang mereka lakukan adalah halal, sayang waktu yang seharusnya dipakai untuk belajar malah digunakan untuk mencari nafkah.

Tetapi disela-sela itu mereka tetap saja bergembira .. bekerja sambil bermain.
Sementara kita yang telah bekerja yang katanya lebih “enak” sering kali tidak puas dan tidak mensyukurinya … ironi memang.

Manusia … mana ada pernah cukup

September 13

Temanggung

Perasaan letih lelah setelah menempuh perjalanan dengan motor selama hampir 12 jam, sampai juga saya di Temanggung, kota tembakau yang sangat ingin saya kunjungi.
Benar saja, setelah beristirahat sejenak di daerah Ngadirejo, dan waktu sudah menunjukkan pukul 11.30, saat itu hari Jumat, sehingga kami harus melaksanakan sholat Jumat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Dari tempat istirahat ke Masjid setempat kami jalan kaki.
Baru sekitar 100 m dari tempat istirahat, saya sudah melihat pemandangan yang menakjubkan, hamparan tembakau kering yang di jemur dilapangan bola, fuihhh segitu banyaknya.

Setelah melewati lapangan tersebut, salah satu teman memberi isyarat klo kami harus belok memasuki perkampungan di desa tersebut. Lagi-lagi saya takjub dengan pemandangan yang saya lihat, didepan pekarangan rumah2 penduduk dan bahkan di jalan kampung, dipakai untuk menjemur tembakau, dan berjajar rapi sampai didepan Masjid.
Temanggung kota tembakau yang indah.

Blog lama ndak di update, sibuk audit dan banyak PR, hehehehehe

Category: kota | LEAVE A COMMENT
June 25

Puncak

12 Sigaret Kretek – Puncak
Produksi PT. TCA – Solo

pas baca merk rokok ini langsung aja pikiranku teringat daerah Puncak Bogor, bagi saya memang sangat misterius tentang daerah Puncak ini, saya tinggal di Bekasi udah lebih dari 11 tahun, tapi yang namanya menginap disalah satu hotel di Puncak belom pernah sekalipun.


Berusaha sudah sering, selalu aja ada sesuatu, yang menyebabkan akhirnya tidak jadi menginap. Tapi klo bermalam di Puncak sudah sering, terutama sama temen2 di Thunder 125 Community Indonesia.

Hotel terdekat dengan Puncak yang pernah saya tinggali adalah Puri Avia, daerah Cipayung Raya Puncak, itupun setelah saya berusaha cari Hotel (yang layak untuk keluarga tentunya) tidak satupun yang available, apes kali ya… ato kurang prepare, anehnya walau tidak prepare klo di Bandung, Yogya, dll selalu dapat.

Menurut wikipedia

Puncak adalah nama sebuah daerah wisata pegunungan yang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur. Daerah ini dikenal sebagai tempat peristirahatan penduduk kota Jakarta dan sebagai daerah perkebunan teh yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda. Keindahan daerah ini memukau Presiden Soekarno, sehingga ia membangun sebuah restoran untuk menikmati keindahan alam Puncak, yang kemudian diberi nama Restoran Riung Gunung. Selain itu, terdapat juga tempat-tempat rekreasi dan agrowisata yang indah, antara lain Gunung Mas dan Gantole.


Memang benar, daerah ini cukup enak untuk dinikmati, jarak tidak terlalu jauh dari Jakarta, dan udara cukup sejuk. Saya tidak mau terlibat opini pro kontra pembangunan di Puncak, saya menikmatinya saja.

Walau tidak pernah menginap saya sering sekali bermalam di jalanan Puncak dengan komunitas motor saya, biasanya berangkat pukul 11 malam setelah acara forum komunikasi di komunitas selesai. Kami biasanya duduk2 santai sambil ngobrol tentang banyak hal sambil bakar jagung ditemani dengan kopi … hemmm nikmat sekali sodara-sodara …. Dan ketika matahari terbit kita turun kembali kerumah …..

Category: kota | LEAVE A COMMENT
April 18

Cowe part 02

Havana Extra Fine Cigar
berisi 30 batang cerutu dengan kemasan dari kotak kayu yang sederhana dengan label kertas bermotif kayu. Adalah Cerutu Jawa produksi Rizona Temanggung.

Cerita Tembakau Temanggung
Tembakau Temanggung adalah salah satu dari tembakau terbaik, dapat dilihat disini
Tembakau Temanggung terdiri dari 2 macam varietas unggulan yaitu Sindoro 1 dan Kemloko 1, yang tentunya kuantitas produksinya juga lebih unggul dari tembakau lokal.
Untuk mempertahankan mutu dan keaslian tembakau Temanggung, petani daerah Temanggung telah melarang atau menolak tembakau impor terutama dari Kabupaten Demak dan Kendal, Jawa Tengah; Bojonegoro, Jawa Timur; dan Garut, Jawa Barat. Dan hal ini mendapat dukungan dari Pemda setempat.
Selain itu mutu tembakau Temanggung juga sering kali dicampur dengan gula pasir untuk menambah bobotnya. Akibatnya …. Hem tau sendiri, Pabrik Rokok banyak menolak tembakau tersebut.

Tembakau Rajangan
Tembakau rajangan Temanggung merupakan tembakau rakyat yang mempunyai ciri khusus, baik dilihat dari aroma, warna maupun pegangannya . Karena tembakau rajangan Temanggung mempunyai ciri-ciri khusus, maka oleh pabrik rokok kretek disebut tembakau lauk yang tidak bias diproduksi di daerah–daerah lain . Mutu TEMBAKAU RAJANGAN sangat dipengaruhi oleh jenis tanah, iklim jenis tembakau dan cara pengolahannya.

Di Kabupaten Temanggung, tanaman tembakau banyak ditanam dilereng Gunung Sumbing , Gunung Sindoro, Gunung Perahu yang merupakan lahan tegalan , sedang lainnya ditanam di areal persawahan.Dalam setiap tahunnya tembakau rajangan dapat diproduksi mancapai puluhan ribu ton dan mampu menyedot ratusan ribu tenaga kerja. Dari produksi tembakau rajangan ini telah memberikan penghasilan bagi sebagian besar masyarakat Temanggung.

Kembali ke Laptop … he he he he
Tembakau untuk cerutu, selain untuk isinya, juga untuk Pembungkus (omblad) dan Pembalutnya (dekblad), berbeda-beda ya….. he he he

Sekarang kembali ke Havana Extra Fine
Cerutu dengan kotak kayu ini pertama kali saya buka dari bungkus paketnya, saya sudah tidak tahan lagi untuk mencobanya, ini adalah kali pertama saya merokok koleksi saya yang cuma 1 bungkus atau kotak saja, dan ketika api dari korek sudah menyulut cerutu ini….. Surprise rasanya….. Ringan dan lezat sekali …
mungkin kalo makanan kata Om Bondan … “mak nyus!!!”
Havana seperti rokok putih rasanya… ringan. 
Dibanding harga yang tertera di pita cukai Rp. 11,600, hemmm patut dicoba ! 
Cara merokok cerutu saya belum bisa, menurut Sylva merokok cerutu beda dengan merokok cigarette, merokok cerutu tidak memasukkan asapnya dalam perut kita, tetapi kayak orang kumur, hanya di dalam mulut saja.
halah susah bener !!!! aku hajar saja,

February 19

Gunung – Bojonegoro

Melihat koleksi saya ini, kembali teringat pada awal tahun 90-an, ketika aku lagi KKN (Kuliah Kerja Nyata). Pada saat itu aku KKN di Desa Kunci – Kecamatan Dander – Kabupaten Bojonegoro.

Desa ini adalah desa penghasil tembakau. Desa Kunci pada saat itu adalah desa yang kering, walaupun terdapat mata air yang cukup jernih, tapi karena posisinya yang ada di pinggir desa menyebabkan daerah ini justru tidak dapat suplai air dari mata air tersebut.

Kecamatan Dander merupakan salah satu dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Di Kecamatan Dander sendiri ada 16 Desa diantaranya adalah Desa Kunci tempat saya KKN.

Ada cerita lucu, ini adalah boomerang akibat program yang dibuat oleh Team KKN kami. Salah satu program kami adalah memberikan penyuluhan agar warga menggunakan WC baik itu WC Umum ataupun WC pribadi, dan tidak menggunakan sumber mata air yang ada untuk tempat buang hajat. Padahal disana WC-WC umum yang ada tidak berfungsi, konsekwensinya kita tidak buang hajat di sumber mata air tersebut, akibatnya kita kalau buang hajat harus ke kantor kecamatan Dander dengan jarak tempuh lebih kurang 5 km dengan jalan yang rusak waktu itu ….. keburu keluar.

Tapi yang angkat jempol pada saat itu adalah Bapak Polisi di sana.

Pada saat KKN saya bawa motor, dan suatu ketika saya mau ke Kota Bojonegoro. Kami berboncengan dengan teman KKN yang lain, ditengah jalan ada rasia kelengkapan surat-surat kendaraan, saat itu kami hanya memakai 1 helm yang saya pakai. Mujur kami tidak di tilang, malah anehnya saya dipinjamin helm sama Pak Polisi agar dipakai teman saya selama perjalanan ke Kota Bojonegoro. Salut untuk Polisi Bojonegoro. Masih ada gak ya Polisi kayak gini jaman sekarang. 

sekilas rokok ini
Rokok ini berlogo Gunung dan di produksi oleh Pabrik Rokok Gunung Mandiri – Bojonegoro.
sampul berwarna coklat muda, sama dengan warna rokok Djarum 76.
di dapat di daerah desa Deket – Lamongan.

link : Kabupaten Bojonegoro