August 2

Kenapa sih kalian ?

Kenapa sih kalian ?
(Itu adalah judulnya !)

Sejak jauh dari kalian,
aku jadi kurang teman yang bebas tertawa dan omong apa saja.
Aku jadi kurang teman yang aku cengin abis !! (Cuman Mas Dudung yg itu aja)
Aku jadi sering marah marah
Aku jadi sering ngomel ngomel
Rambutku tambah putih

Jadi ….
Ada apa sih dengan kalian ???

[Desain Logo by Ateminem TC 0064]

July 3

Sunatan Masal TC125 Bekasi Chapter

Sunatan Masal TC125

Dalam menghadapi kondisi ekonomi yang semakin sulit, sebagai mahluk sosial kita dituntut untuk lebih berhati-hati serta bijak dalam melangkah dengan tidak mengurangi sedikitpun rasa kepedulian terhadap sesama.

Demikian pula dengan Thunder 125 Community Indonesia (TC125) Bekasi Chapter yang merupakan komunitas para pengguna sepeda motor Suzuki Thunder, dalam menyongsong hari jadi yang ke-3 berupaya untuk mengambil bagian dengan melakukan kegiatan bakti sosial dan menjalin tali silaturahmi terhadap masyarakat umum sebagai bentuk ukhuwah islamiyah yang hanya mengharap keridhoan Allah SWT dalam “Sunatan Massal dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis” kepada warga sekitar Bekasi yang kurang mampu.

TUJUAN

• Amal Shaleh dan Ridho Allah SWT
• Mempererat silaturahmi TC125 Indonesia dengan masyarakat umum
• Peduli dan berbagi rasa dengan kaum duafa

NAMA ACARA, TEMPAT & WAKTU

Nama Acara : Sunatan Massal dan Pemeriksaan Kesehatan GRATIS
Tempat : Plaza Niaga Kalimas Lt. 3 – Bekasi Timur
Waktu : Minggu, 13 Juli 2008 pkl 07.30 s/d 12.30 WIB

PESERTA

• Anak-anak yatim piatu penghuni Panti Asuhan
• Warga masyarakat Bekasi dan sekitarnya yang tidak mampu

Bagi yang akan memberikan bantuan, terutama perlengkapan sholat (sarung dan atau peci) dapat menghubungi Topik di o81319337931

November 23

Paparan kecil tentang TC 125 Indonesia

hanya sebuah paparan kecil tentang TC 125 Indonesia ….. sebuah klub/komunitas impian saya

Dari hasil survey yang dilakukan oleh Majalah Swa tentang manfaat komunitas, sangat disayangkan jika tidak dilakukan evaluasi oleh pengurus TC 125 Indonesia dan dijadikan pelajaran buat klub atau komunitas Thunder lainnya seperti Koster, atau yang lainnya.

Saya mengamati beberapa hal dari hasil survey tersebut.
1. Survey tersebut menempatkan TC 125 Indonesia sebagai klub motor terbaik kedua disegala aspek, masih dibawa Honda Vario Club (HVC) karena yang lain bukanlah klub motor. (saya sedikit mengabaikan HTML-karena menurut saya HTML murni komunitas sedangkan TC125 Indonesia walaupun C=Community tetapi lebih ke sebuah Club dibanding Community). Tetapi dibanding HVC saya masih melihat lebih baik TC 125 Indonesia – karena dari segi kuantitas TC 125 Indonesia lebih besar.

2. Networking TC 125 Indonesia di seluruh chapter sampai sekarang sangat solid, dan semakin rapih di kepemimpinan Yossie. Adalah merupakan modal yang kuat buat perkembangan TC 125 Indonesia. TC125 Indonesia bagaikan wabah Epidemi, yang menyebar dipenjuru tanah air, bahkan sudah banyak yang antri sekarang untuk pengajuan pendirian Chapter.
Kenapa kesolidan menduduki peringkat 5 di Survey Tersebut ?
aspek kesolidan yang diukur adalah : we-ness (ikatan kebersamaan), Ritual(memelihara nilai-nilai) dan Moral(salaing membantu dan menghargai setiap perbedaan). Menurut hemat saya TC 125 Indonesia harus menerima ini dengan lapang dada, dan segera membenahi kekurangan apa yang terjadi, memang TC 125 Indonesia sudah bagus, tapi dengan adanya banchmark diatas, TC125 bisa lebih solid lagi. Belajarlah pada HTML !!!!

3. Menurut survey tersebut TC 125 Indonesia adalah CREATOR (mengindikasikan komunitas konsumen yang sudah solid terbentuk dan memberikan kontribusi arus kas positif ke produsen). Saya setuju hal ini dan terbukti TC 125 Indonesia di urutan ke-3 komunitas yang berpotensi memberikan manfaat buat perusahaan. Walaupun sekarang TC 125 Indonesia berada diurutan ke-8 dalam faktor manfaat bagi perusahaan, tetapi  TC 125 Indonesia adalah masa depan Suzuki karena Berpotensi.
Kenapa ? TC 125 Indonesia yang telah tersebar di berbagai kota melalui jaringannya berupa Chapter (23 chapter ? IMHO) merupakan mesin promosi yang sangat efektif buat Perusahaan (Suzuki). Melalui berbagai kegiatannya  antara lain turing-turing kepelosok daerah merupakan sarana promosi tidak langsung terhadap keberadaan Thunder 125. Tidak dapat dipungkiri peran “OM Farhan” (sekaligus member TC 125 Indonesia) dalam mempromosikan Thunder 125 sangat bagus dengan slogannya yang merakyat “Ini Motor Gue”, hal ini telah menancap ke benak masyarakat, terbukti ketika rekan2 TC 125 Indonesia sedang turing ke daerah terpencil (Bro Anton-056) bertemu dengan penduduk, sambil menepuk motor bro Anton berkata “ini motor gue”, sebuah kampanye sederhana yang cukup brilyan !! salut buat team marketing Suzuki. Kombinasi Farhan – TC 125 Indonesia … hemmm, kayaknya pas banget ya ?

4. Suzuki tidaklah perlu kuatir dengan keberadaan TC 125 Indonesia sebagai komunitas, karena TC 125 Indonesia tidak menyimpang dari identitas merk yang dibangun oleh Suzuki, yaitu “sebuah motor murah hemat yang handal dan bandel”. TC 125 Indonesia senantiasa mengusung kesopanan dalam berkendara dan bahkan cenderung untuk mempengaruhi penguna jalan yang lain untuk ber”safety riding”, berbagai kegiatan telah dilakukan. TC 125 Indonesia juga bukan gangster.

5. Peran milis tidak banyak diugkap disurvey tersebut, saya yakin sekali peran milis ini sangat penting buat Suzuki dan TC 125 Indonsia sendiri, karena melalui milis terjalin komunikasi antar pengguna Thunder, sayangnya peran Suzuki di milis ini kurang aktif berkontribusi. Tanpa milis ini saya yakin TC 125 Indonesia tidak berkembang secepat ini.

Baik, semoga apa yang saya sampaikan ini bermanfaat.

Buat Pengurus TC 125 Indonesia, hasil survey tersebut merupakan marketing tools positif buat TC 125 Indonesia. Manfaatkan sebaik-baiknya buat kemajuan TC 125 Indonesia yag nantinya juga bermanfaat buat segenap member TC 125 Indonesia diseluruh tanah air. Ingat anda sudah menjadi EPIDEMI !!! harus bermanfaat. Jadikan TC 125 Indonesia juga bermanfaat buat masyarakat dimana chapter berdiri.
TC 125 Indonesia sangat berpotensi menjadi Organisasi yang profesional dan modern karena ditunjangan dengan infrastruktur, networking dan SDM yang dimiliki sekarang.

Buat Klub lain, belajarlah dari TC 125 Indonesia, TC 125 Indonesia dibangun dari kecil dengan semangat kebersamaan yang sangat sederhana. Dengan kesederhanaan TC 125 Indonesia bisa tumbuh cepat.
Semangat persaudaraan TC 125 Indonesia yang sebenar-benarnya sudah mengakar dihati, bukan semangat “perluasan wilayah”, sehingga TC 125 Indonsia bisa sebesar ini.

Bravo TC 125 Indonesia !!!!

****banga pernah menjadi bagian didalamnya****

November 11

reuni kecil – part 1

Setelah ndak akktif dari TC 125 Indonesia, sebuah komunitas motor thunder yg sangat saya cintai, kangen juga melakukan perjalanan dengan teman2 tersebut. Setelah pertemuan hari Rabu pas ulang tahunnya mas Nano di angkringan pekayon, kita membuat rencana pergi bareng, tapi kali ini ndak lagi naik Thunder, tapi mobil (takut masuk angin … kekekekek). Cidahu adalah sasaran kita.

Hari H yang ditunggu 2 telah tiba, Hari Sabtu tanggal 10 Nopember setelah pernikahannya teman saya kerja Loula, kami kumpul di angkringan Pekayon. Jam 00.30 dini hari kami berangkat ….

Peserta : Mas Anton, Om Hengki, Mas Ende, Mas Andy, Mas Yuana, Mas Roy, Mas Tugi (sama dengan saya – non member TC125) dan saya

Saya yang nyetir dulu, sampai sentul, mata dah berat … ganti mas Anton hingga di Cidahu. Sampai disana jam 2.00 cuaca tidak terlalu dingin, tapi lapar, makan di warung yang ada disana. kerusakan 56 ribu.

Pukul 5 pagi selepas sholat subuh kita turun, pulang balik ke Jakarta, tapi mampir dulu sarapan di Bogor, di Taman Kencana. Kami makan ketupat sayur dan beli serabi untuk oleh2 istri tersayang dirumah … 🙂

Tiba di rumah jam 9 pagi, temen2 ndak langsung pulang, tapi minum teh hangat dulu.

asyik juga … dah lama ndak ngaco lagi.

October 25

Ber-Enduro ria

kemaren sewaktu mudik, saya berkesempatan untuk ikut anak-anak IPTI Gresik latihan (IPTI – Ikatan Pengemar Trail Indonesia).
Kami latihan di gunung kapur Gresik, sebelumnya direncanakan di daerah Lawang Malang.
Wuih ternyata asyik juga bro ini hobby, sangat sarat dengan cinta alam.
Kemaren saya pakai moror adik saya Honda CR 125R memang ini settingan kompetisi bukan enduro, tapi masih asyik. Cuman karakter Honda CR adik saya mintanya RPM tinggi, masih kagok saya.

Terjatuh 2 kali saya ketika berusaha menaklukkan tanjakan dengan kemiringan lebih dari 45 derajat. Jalanannya berdebu sekali dan berkapur jadi ban belakang spin.
Saya juga tidak menggunakan perlengkapan yang baik, karena ndak punya sepatu enduro, sedang helm saya pakai, karena ada yg berbaik hati meminjamkan kepada saya.

terus terang saya jadi pengen sekali … hehehe

Honda CR 125R lagi saya nego … do’a kan di kasih ya  ….