August 2

Kenapa sih kalian ?

Kenapa sih kalian ?
(Itu adalah judulnya !)

Sejak jauh dari kalian,
aku jadi kurang teman yang bebas tertawa dan omong apa saja.
Aku jadi kurang teman yang aku cengin abis !! (Cuman Mas Dudung yg itu aja)
Aku jadi sering marah marah
Aku jadi sering ngomel ngomel
Rambutku tambah putih

Jadi ….
Ada apa sih dengan kalian ???

[Desain Logo by Ateminem TC 0064]

February 3

Hijriah

Telat …. !

babahno sak karepku [baca:biar saja terserah saya]

Ya memang terlambat menulis tentang hijriah.

Tahun baru Hijriah 1431 sangat bersejarah buat saya, banyak sekali momen penting dalam hidup saya.

Hijriah secara fisik

Hijriah menurut wikipedia adalah : “pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah”

Alhamdulillah secara fisik 1 Muharrom 1431 saya melakukan perjalanan dari Mekkah ke Madinah. Subahanallah. Saya membayangkan betapa Kanjeng Rosul melakukan perjalanan selama 3 bulan dengan mengendarai onta dipadang yang penuh bebatuan, betapa berat perjalanan Beliau. Tidak demikian dengan saya yang hanya saya tempuh cuman +/- 7 jam dengan bis dan melaju di jalan yang mulus.

Tepat saya Ulang Tahun

Tahun baru Hijriah tersebut, bertepatan dengan ulang tahun saya 18 Desember, dan secara kebetulan juga pada hari Jumat Kliwon weton saya kata orang jawa ….. kebetulan ? wallahualam ….

Saya memohon kepada Allah semoga hijrah kali ini saya tidak hanya secara fisik tapi keimanan saya, langkah demi langkah, sedikit demi sedikit tapi saya berharap ‘pasti’ …. amin.

Ternyata ditahun 1431 H ini secara fisik saya dikantor juga mengalami perpindahan atau pergeseran, tanggal 2 Februari 2010 M atau 17 Shafar 1431 H saya mendapatkan penugasan yg baru dan dibebas tugaskan dari yang sekarang.  Saya mendapatkan kepercayaan untuk mengelola proyek ‘anu’, dan insyaallah saya juga akan hijriah ke lain kota beberapa bulan mendatang, meninggalkan kota Bekasi, kota yang penuh makna  bagi saya, kota yang dipenuhi oleh saudara-saudara saya yang baru. [i’ll miss you guys]

Kenapa begitu berat ?

‘itu karena kesalahan saya. saya sudah terlalu nyaman di Bekasi, tidak pernah hijrah’.

Hanya doa yang saya panjatkan kepadaNya :

Ya Allah,
kalau ini memang kehendakmu aku akan ikhlas melaksanakannya,
Ya Allah,
mudahkanlah segala urusanku
hanya padaMU aku berserah diri
Amin

April 18

Proyek dimulai

Dengan modal nekat dan tekanan dari departemen dalam negri, akhirnya Mega proyek telah dimulai,
Saya sebagai laki-laki pekerja memang jarang dirumah, pulang dah malam, berangkat pagi-pagi banget. semntara yang sehari-harinya dirumah, istri dan anak2. banyak komplain dengan kondisi rumah yg bocor dll.

Hehehehe, ini untukmu sayangku … agar lebih nyaman dan hangat tinggal dirumah.

Proyek pemugaran ini dimulai Minggu tanggal 13 April 2008.
Dan hehehe, lucunya kemaren hari Kamis siang rumah saya didatangi pengurus RW, beliau yang saya hormati tersebut mendatangi saya dan bilang “klo pasir saya tidak dimasukkan kedalam rumah sekalian tutup saja jalan ini ….. “.
Weleh … seorang pengurus RW mengeluarkan titah seperti itu … ANEH !!! seseorang yg harusnya bijaksana … hehehehehe
Dan anehnya lagi, banyak mobil yang parkir dipinggir jalan tidak dimasukkan kedalam rumah dan menghalangi separuh jalan, beliau yang saya hormati tersebut diem aja … yaaaa… sekali lgi ANEH !

Ahhh cuek aja … gak ngaruh !!!!

December 8

Perjalanan di Bekasi #4 : Kalung anakku

Bella anakku memang lahir di Surabaya, tetapi sejak usia 10 bulan dia sudah di Bekasi.
Lahir ketika itu via Operasi Cesar di Surabaya, RS William Booth Surabaya, sama dengan kelahiranku.

Kelahirannya mendatangkan berkah, bayangkan Istri saya harus operasi cesar kala itu, dan Alhadulillah saya tidak mengeluarkan sepeserpun, Berkat kebaikan Manajemen kantor saya tempat saya bekerja. Tidak itu saja, banyak sekali hadiah yang diberikan kepada anak saya itu, antara lain kalung dan gelang. Ini sangat menolong ketika krisis ekonomi melanda negri tercinta ini.

Saat krisis melanda negri ini pasca turunnya Soeharto, kehidupan sedemikian susahnya, harga2 melonjak naik, sementara gaji malah diancam akan diturunkan. Tabungan sudah habis – ya cincin pernikahanku dan kalung anakku Bella aku jual, untuk menyambung hidup, suatu pilihan pahit. Saya yakin kala itu pasti banyak yg lebih susah dari saya. Dan saya masih bersyukur masih punya itu dan masih punya akal sehat untuk tidak ikutan menjarah.

Pernah terpikir untuk kembali ke Surabaya, tapi keyakinanku bahwa saya bisa bertahan, membuat saya tetap disini.

keterangan : saya lupa mengambil foto diatas dari mana, tapi sudah saya edit kok 🙂

December 3

Perjalanan di Bekasi #3 : Goro & Penjarahan

Suara hiruk pikuk, teriakan orang dan besi beradu dengan jalanan rusak membangunkanku dari kasur di rumah kontrakan yg lembab dan pengap. Kontan saya bangun dan keluar rumah.

“ayo ambil barang di goro”, lewat pemuda dg kereta dorong belanjaan didepan rumah sambil berteriak. Rasa penasaran membawaku menuju ke Goro sebuah pusat perkulaan yg berdiri kokoh di Pekayon Bekasi. Suara tembakan, lemparan batu dan terikan-teriakan.

Sebuah Penjarahan !!!

seakan jadi suatu jeritan iblis yang sangat menakutkan dan mencekam.

Itu semua adalah peristiwa kelam yang terjadi di tahun 1998 pasca jatuhnya Soeharto. Suatu keadaan yg tidak kondusif baik bidang ekonomi maupun sosial. Sebuah pengalaman pahit dan getir bagaimana susahnya hidup. Goro kini hanyalah bangunan. Tanpa nyawa tanpa nafas. Sebuah monumen yg menyimpan kenangan pahit dan getir.

November 30

Perjalanan di Bekasi #2 : Rumah Petak

Gila hidup di Jakarta (Bekasi). Gaji Rp 350.000,- harga sewa rumah petak Rp 125.000,- gimana saya bisa hidup ?

Ya itulah perjalanan. Kerja di Jakarta (kantor saya ada di Sarinah waktu itu – PT.Adhi Realty salah satu unit usaha PT Adhi Karya) sebagai staf perencana (arsitek), tidak malah menabung, tapi malah menguras tabungan, untung masih pnya tabungan sewaktu keja di Surabaya dulu.

Egois – kata yg tepat untuk saya. Saya menerima kerja semata-mata karena jiwa petualang semangat mencari hal-hal baru. Aku harus bisa survive – itu kata hatiku.

Rumah petak …. ya, rumah petak. Berpindah-pindah dari rumah petak yang satu kerumah petak yang lain, tapi ada 1 rumah petak yang sangat lama saya tinggalin, 4 tahun lebih saya tinggal di rumah petak di jalan Laskar – Pekayon . Sebuah perjalanan yg telah saya lalui dulu.

 

Foto : rumah petak jl. Laskar – Pekayon, tempat saya dulu.

Di rumah petak ditemani 1 buah tv 14″ dan sebuah kasur yang saya bawa dari Surabaya. Tanpa meja, bahkan tv diletakkan diatas kardusnya saja. Adalah Bapak Soful Ulum yang banyak membantu saya, saya dibelikan meja kursi + Lemari Es 1 pintu. Terima kasih pak, Lemari Es-nya masih saya gunakan hingga sekarang. 🙂

Setelah 4 tahun tinggal di rumah petak itu, saya pindah ke dalam Perumahan Taman Century 2, karena anak saya sudah besar dan mulai masuk PlayGroup perlu kiranya lingkungan yang agak baik. Beruntung juga karena saya dapat harga yang relatif murah karena kebaikan hati seseorang juga … Pak Arman – pemilik rumah.

Alhamdulillah cuman 2 tahun jadi konraktor di Taman Century 2 karena sudah bisa membeli rumah sendiri walau beda blok tapi tetap di Taman century 2. home sweet home.

Pernah suatu saat teman saya bilang “Kamu beli tanah atau rumah deh disini (Bekasi) kamu pasti kerasan”. Ternyata benar.
Sebelumnya saya pengen banget kembali ke Surabaya, bahkan sudah diterima kerja kembali di Surabaya dengan gaji yang jauh lebih besar, tapi lagi-lagi saya kok memutuskan tetap di Bekasi. Setelah beli rumah, benar apa yang dikatakannya.

Memiliki rumah sendiri dari hasil kerja sendiri memiliki kenikmatan tersendiri (rumah saya yang di Surabaya dari hasil pemberian oang tua saya). Demikian juga jauh dari orang tua dan mertua … memiliki kenikmatan sendiri. Bisa mengatur apa yang kita inginkan sendiri. Sangat nikmat !!