October 25

Kesalahan konsep yang indah

Bvlgari Man in color

Dalam membuat suatu sesi foto seharusnya kita mengetahui hasil apa yang kita inginkan. Obyek yang akan kita foto tidak akan berbicara banyak jika kita asal saja dalam memotretnya.

Demikian juga dalam memotret benda mati, foto kita harus berbicara, bercerita banyak.

Still Life, adalah salah satu minat khusus di dunia fotografi.
Definisi Still Life Photography adalah menciptakan sebuah gambar dari benda atau objek mati tampak jauh lebih “hidup” dan “berbicara”. Kata STILL berarti benda diam atau mati sedangkan kata LIFE berarti hidup; memberikan konteks “kehidupan” pada benda tersebut, juga harus bercerita banyak.
Still Life mengkomunikasikan sebuah cerita yang menciptakan kesan dalam pikiran orang lain sebagai penikmat, dan itu membutuhkan pemikiran kreatif untuk dapat membuat objek menjadi sebuah cerita.

Kalau saya simak kata “kehidupan dan berbicara” adalah kata kunci yang pokok. Apa yang kita bicarakan dan kehidupan yang ingin kita ciptakan haruslah sesuai dengan karakteristik benda atau obyek tersebut, disinilah “konsep berbicara”

Kembali ke foto saya diatas, yang saya foto adalah Bvlgari Man, sebuah produk baru dari Bvlgari yang mulai dipasarkan pada tahun 2010.
Bvlgari Man memiliki base notes : cashmere wood, benzoin, white honey, amber and musk, dimana aroma rempah dan kayu sangat kuat. Hal ini mencerminkan sesuatu yang “Klasik, ambisius dan sedikit konvensional”.

Kata kuncinya adalah “Klasik, ambisius dan sedikit konvensional” itulah konsep yang seharusnya saya terapkan dalam foto saya tersebut.

Lalu apa yang terjadi dengan foto saya tersebut ?
Saya mengambarkannya menjadi sesuatu yang “dinamis dan sporty”, tentu saja hal ini sangat jauh dari aroma Bvlgari. Jika benar foto saya untuk materi iklan Bvlgari, maka akan timbul kekecewaan dari konsumen, foto saya “sangat tidak mencerminkan aromanya“.

Maka dari itu foto saya ini sangat jelek sekali, dan masih banyak lagi foto saya yang lain yang memiliki kesalahan yang sama.

Lalu apa yang saya pelajari dari kejadian ini ?
Saya menyimpulkan dari apa yang saya pelajari selama ini, dan tentu saja belum tentu benar (kalimat ditebali adalah manifestasi dari keraguan saya – hahahaha). Untuk memotret (Still Life) yang baik, harus memperhatikan aspek sebagai berikut :

1. Karakteristik Obyek.

Selalu kenali dan pelajari secara mendalam karakteristik dari obyek, cari sesuatu yang paling unik dari obyek tersebut, cari diferensiasinya, itulah keunggulan kompetitif obyek kita dibanding obyek lainnya.

2. Konsep.

Membuat konsep yang sesuai dengan karakteristik obyek kita. Saya lebih suka sebuah konsep yang sederhana, sehingga membuat penafsiran konsep yang mudah bagi yang menikmati. Tentukan juga targetnya, untuk siapa atau siapa yang “paling” kita inginkan menikmati foto kita.

3. Eksekusi.

Ini juga hal yang penting, saya juga cenderung membuatbeksekusiyang sederhana, memanfaatkan semaksimal mungkin apa yang kita punya, kalau memang tidak mumpuni baru kita beli atau sewa.

Eksekusi ini lebih ke aspek teknikal, bagaimana bermain komposisi, angle, pencahayaan, latar belakang dll.

Arrrrrgggghhhhh pusing !!
Lah itulah nikmatnya bermain …. Bermain dengan kamera seserius mungkin hahahaha

Selamat memainkan kameramu …
Bermainlah dengan kameramu seakan itu bagian dari tubuhmu, kenalilah seutuhnya

Bravo

September 29

Something I do

Day 259/365 : Give me Freedom by djokosantoso.com
Day 259/365 : Give me Freedom a photo by djokosantoso.com on Flickr.

“Tidak melakukan terhadap sesuatu yang itu bukan karena saya tidak suka sesuatu yang itu, tetapi saya masih menyukai sesuatu yang ini …. “

ini adalah kata kuncinya

Ketika saya melakukan sesuatu hal atau menekuni hal tertentu secara serius …. ada beberapa seorang teman yang tanya ke saya …. Kenapa saya tidak suka pada sesuatu hal yang tidak saya kerjakan ?

Saya sangat heran dengan pertanyaan tersebut.
Saya sangat mengapresiasi segala sesuatu dari sisi yang positif, ketika menjalaninya, saya kadang-kadang sebagai manusia saya juga menilai sesuatu dari aspek yang negatif … kalau saya segera menyadarinya saya akan segera merubah apa yang saya pikirkan,.

Melihat sesuatu dari sisi yang negatif juga penting sebagai antisipasi atau peningkatan untuk menjadi lebih baik. Saya menggambarkannya PAST …sebagai masa lalu,

Melihat sesuatu dari sisi yang positif, akan sangat membantu kita dalam segala hal, baik dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat kita, ini adalah FUTURE

Kembali kepada pertanyaan teman saya diatas, maka jawaban saya adalah
“Tidak melakukan terhadap sesuatu yang itu bukan karena saya tidak suka sesuatu yang itu, tetapi saya masih menyukai sesuatu yang ini …. ”

Hidup kita adalah sebuah Perjalanan … Journey
“sebuah perjalanan apapun itu akan selalu bermakna dan berkesan jika kita senantiasa mengapresiasinya”

Kita ini adalah Musyafir !
Musyafir dalam segala hal … bahkan kita hidup di dunia inipun hanyalah musyafir … singgah sementara di dunia untuk menuju tempat yang kekal ….

Selamat berkarya !
Selalu berfikir positif

.
.

Catatan foto :
Foto saya diatas mengambil sebuah thema tentang keinginan untuk bebas ….
Bebas dari apa ? Bebas dari segala hal yang membelenggu kita … mulai fisik, pemikiran, idealisme dan segala hal.
Bukannya segala sesuatu itu ada batasannya ?
Betul, bahkan kemampuan kitapun akan terbatasi, dalam kehidupan bermasyarakat ada etika dan norma, dalam beragama juga ….
Tetap ikuti segala norma dll, tetapi jangan dengan batasan yang ada menjadikanmu belenggu untuk berkarya dan berkehidupan yang kreatif.

Foto ini adalah hasil dari saya bermain kamera dan kebetulan sekali menempati posisi terbaik di Flickr Explore tanggal 26 Sept 2011 di Urutan 4 … Alhamdulillah

Day 259/365 : Give me Freedom

AF-S 50mm F/1,4G | F/1,4 | 1/250s | ISO 200
SB80DX 1/128 @24mm + white umbrella
trigger PT-04NE

September 23

Playing with my camera

Forest [explore] by djokosantoso.com
Forest [explore] a photo by djokosantoso.com on Flickr.

Ketika seseorang teman menyebut bahwa saya photographer, sesungguhnya saya sangat malu ….

Saya hanyalah bermain dengan kamera saya.
Saya hanya menikmati kamera saya.

Saya menikmati permainan dengan kamera saya seperti bermusik.
Dengan harmoni …..
Eksplorasi ….
Eksperimen ….
Kadang saya memainkan musik melo yang mendayu dayu
Kadang saya memainkan musik rock yang cadas
Sesuka hati saya
Tergantung suasana hati saya

Project 365 days saya ….
Sebuah perjalanan permainan musik kamera saya ….
Penuh liku, naik turun, bosan, sebal, semangat, kebelakang, kedepan …
Kenapa ? Sebab ini permainan buat saya.

Permainan adalah sesuatu yang santai tetapi dijalani dengan sungguh sunggu …
Tidak untuk cari siapa yang menang ….
Tetapi kenikmatan bermain itu sendiri yang dicari ….

Permainan saya dengan kamera juga sangat mungkin akan berakhir ….
Saya suka dengan sesuatu yang baru, sesuatu yang membuat saya bersemangat, jika permainan itu sudah tidak ada gairah pada diri saya, saya akan tinggalkan …

Ini bukan akhir …..
Saya masih menikmati permainan kamera saya …
Saya masih menikmati harmoni yang tercipta …

Sangat berlebihan menyebut saya seorang photographer …