Paparan kecil tentang TC 125 Indonesia

November 23rd, 2007 by djoko santoso

hanya sebuah paparan kecil tentang TC 125 Indonesia ….. sebuah klub/komunitas impian saya

Dari hasil survey yang dilakukan oleh Majalah Swa tentang manfaat komunitas, sangat disayangkan jika tidak dilakukan evaluasi oleh pengurus TC 125 Indonesia dan dijadikan pelajaran buat klub atau komunitas Thunder lainnya seperti Koster, atau yang lainnya.

Saya mengamati beberapa hal dari hasil survey tersebut.
1. Survey tersebut menempatkan TC 125 Indonesia sebagai klub motor terbaik kedua disegala aspek, masih dibawa Honda Vario Club (HVC) karena yang lain bukanlah klub motor. (saya sedikit mengabaikan HTML-karena menurut saya HTML murni komunitas sedangkan TC125 Indonesia walaupun C=Community tetapi lebih ke sebuah Club dibanding Community). Tetapi dibanding HVC saya masih melihat lebih baik TC 125 Indonesia - karena dari segi kuantitas TC 125 Indonesia lebih besar.

2. Networking TC 125 Indonesia di seluruh chapter sampai sekarang sangat solid, dan semakin rapih di kepemimpinan Yossie. Adalah merupakan modal yang kuat buat perkembangan TC 125 Indonesia. TC125 Indonesia bagaikan wabah Epidemi, yang menyebar dipenjuru tanah air, bahkan sudah banyak yang antri sekarang untuk pengajuan pendirian Chapter.
Kenapa kesolidan menduduki peringkat 5 di Survey Tersebut ?
aspek kesolidan yang diukur adalah : we-ness (ikatan kebersamaan), Ritual(memelihara nilai-nilai) dan Moral(salaing membantu dan menghargai setiap perbedaan). Menurut hemat saya TC 125 Indonesia harus menerima ini dengan lapang dada, dan segera membenahi kekurangan apa yang terjadi, memang TC 125 Indonesia sudah bagus, tapi dengan adanya banchmark diatas, TC125 bisa lebih solid lagi. Belajarlah pada HTML !!!!

3. Menurut survey tersebut TC 125 Indonesia adalah CREATOR (mengindikasikan komunitas konsumen yang sudah solid terbentuk dan memberikan kontribusi arus kas positif ke produsen). Saya setuju hal ini dan terbukti TC 125 Indonesia di urutan ke-3 komunitas yang berpotensi memberikan manfaat buat perusahaan. Walaupun sekarang TC 125 Indonesia berada diurutan ke-8 dalam faktor manfaat bagi perusahaan, tetapi  TC 125 Indonesia adalah masa depan Suzuki karena Berpotensi.
Kenapa ? TC 125 Indonesia yang telah tersebar di berbagai kota melalui jaringannya berupa Chapter (23 chapter ? IMHO) merupakan mesin promosi yang sangat efektif buat Perusahaan (Suzuki). Melalui berbagai kegiatannya  antara lain turing-turing kepelosok daerah merupakan sarana promosi tidak langsung terhadap keberadaan Thunder 125. Tidak dapat dipungkiri peran “OM Farhan” (sekaligus member TC 125 Indonesia) dalam mempromosikan Thunder 125 sangat bagus dengan slogannya yang merakyat “Ini Motor Gue”, hal ini telah menancap ke benak masyarakat, terbukti ketika rekan2 TC 125 Indonesia sedang turing ke daerah terpencil (Bro Anton-056) bertemu dengan penduduk, sambil menepuk motor bro Anton berkata “ini motor gue”, sebuah kampanye sederhana yang cukup brilyan !! salut buat team marketing Suzuki. Kombinasi Farhan - TC 125 Indonesia … hemmm, kayaknya pas banget ya ?

4. Suzuki tidaklah perlu kuatir dengan keberadaan TC 125 Indonesia sebagai komunitas, karena TC 125 Indonesia tidak menyimpang dari identitas merk yang dibangun oleh Suzuki, yaitu “sebuah motor murah hemat yang handal dan bandel”. TC 125 Indonesia senantiasa mengusung kesopanan dalam berkendara dan bahkan cenderung untuk mempengaruhi penguna jalan yang lain untuk ber”safety riding”, berbagai kegiatan telah dilakukan. TC 125 Indonesia juga bukan gangster.

5. Peran milis tidak banyak diugkap disurvey tersebut, saya yakin sekali peran milis ini sangat penting buat Suzuki dan TC 125 Indonsia sendiri, karena melalui milis terjalin komunikasi antar pengguna Thunder, sayangnya peran Suzuki di milis ini kurang aktif berkontribusi. Tanpa milis ini saya yakin TC 125 Indonesia tidak berkembang secepat ini.

Baik, semoga apa yang saya sampaikan ini bermanfaat.

Buat Pengurus TC 125 Indonesia, hasil survey tersebut merupakan marketing tools positif buat TC 125 Indonesia. Manfaatkan sebaik-baiknya buat kemajuan TC 125 Indonesia yag nantinya juga bermanfaat buat segenap member TC 125 Indonesia diseluruh tanah air. Ingat anda sudah menjadi EPIDEMI !!! harus bermanfaat. Jadikan TC 125 Indonesia juga bermanfaat buat masyarakat dimana chapter berdiri.
TC 125 Indonesia sangat berpotensi menjadi Organisasi yang profesional dan modern karena ditunjangan dengan infrastruktur, networking dan SDM yang dimiliki sekarang.

Buat Klub lain, belajarlah dari TC 125 Indonesia, TC 125 Indonesia dibangun dari kecil dengan semangat kebersamaan yang sangat sederhana. Dengan kesederhanaan TC 125 Indonesia bisa tumbuh cepat.
Semangat persaudaraan TC 125 Indonesia yang sebenar-benarnya sudah mengakar dihati, bukan semangat “perluasan wilayah”, sehingga TC 125 Indonsia bisa sebesar ini.

Bravo TC 125 Indonesia !!!!

****banga pernah menjadi bagian didalamnya****

Posted in Motor, komunitas

11 Responses

  1. Joko Bodo

    Wah hebat yah. Fakta menunjukkan bahwa TC memang besar.
    Selain itu website kalian memang bagus sekali dan menunjukkan suatu struktur yang tersebar luas di negeri ini.

    Tapi saya kurang yakin apakah landasan fundamentil dari TC itu kuat?? Terus terang saya meragukan karena (PADA UMUMNYA) suatu organisasi yg didasarkan atas kebutuhan konsumsi tersier (Hobby) tidak memiliki fundamen yang kokoh. Setiap anggotanya dapat dengan mudah datang dan pergi silih berganti satu sama lain. Misalnya, menjual motor, memilih untuk tidak aktif, keluar sendiri atau dikeluarkan.

    Mungkin survey SWA ini menunjukkan kondisi saat ini dari TC. Tapi kedepannya bagaimana? Apalagi kalau suatu saat nanti Suzuki memutuskan stop produksi Thunder 125. Sebagaimana dulu pernah terjadi pada RGR 150, FXR 150 atau Thunder 250.

    Realita selama ini adalah, suatu klub/komunitas motor rentan terhadap gangguan/ancaman perpecahan. Apakah TC memiliki kemampuan untuk menghadapi semua itu? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

    Salam Hormat

  2. djoko santoso

    Betul sakali mas,
    klo kita analisa, SWOT misalnya (ini sudah pernah dibahas sama teman2 walau informal) ada hambatan unuk pertumbuhan komunitas ini mendatang, ketika Suzuki tidak lagi memproduksi Thunder 125. Tapi ntuk mungkin 5 taun ke depan adalah sangat tidak mungkin suzuki menghentikan produksi Thunder, apalagi hanya karena faktor pasar, karena sampai saat ini penjualan Thunder sangat fantastis di Suzuki.
    TC 125 Indonesia = Thunder 125 Community Indonesia, itu hanyalah label sekarang. karena :
    1. Anggotanya tidak hanya pengguna thunder 125 saja, tapi ada Thunder 250. Hal ini saya analogkan sama dengan Bank, contoh Bank BTN (Bank Babungan Negara) walaupun ada B didepan BTN masih ditambahkan “Bank” lagi.
    2. C=Community, juga label, karena padadasarnya arahnya kok saya melihatnya ke Club, karena adanya aturan-aturan, AD/ART, iuran anggota, dll.

    Benar juga apa yang disampaikan oleh mas Joko Bodo, bahwa sebuah klub rentan terhadap perpecahan, TC juga banyak mengalami pasang surutnya mas. di Jakarta sempat ada sempalan menjadi beberapa klub (maaf saya pakai sempalan, karena yang terpisah kecil saja), demikian juga di Bekasi. tapi hal ini tidak menyebabkan bubarnya TC 125, malah dijadikn bahan evaluasi teman2 disana kenapa hal ini terjadi.

    Chapter Bekasi sebagai Chapter 1 TC 125 Indonesia, telah mengalami ujian dan pasang surut, tetapi toh sampai saat ini masih survive, tambah besar dan solid untuk saat ini. Terlebih lagi Jakarta Chapter.

    Dengan adanya klub baru Thunder 125 yang lain, kami tidak merasa tersaingi, infrastruktur dan networking teman2 TC sudah cukup kuat untuk hidup berdampingan. TC 125 Indonesia tidak mengenal pembagian wilayah, TC 125 Indonesia tumbuh karena permintaan, bukan kita sebarkan.

    Landasan Fundamental TC 125 Indonesia, memang beum disusun secara sistematis dan terdokumentasi dengan baik, tapi dengan kepengurusan yang sekarang (Yossie) dan diperkuat oleh keberadaan Mas Lukman (Sekretaris TC) yang sedang bekerja keras untuk membenahi itu saya yakin akan berhasil merumuskan fundamen TC 125 Indonesia, mulai dari pembenahan database.

    memang TC 125 adalah sebuah komunitas biasa yang sederhana, sangat memungkinkan untuk tumbang dan mati. Tapi tidak saat ini. Tergantung dari Visi Ketua Umum TC 125 Indonesia, mau dibawa kemana organisasi ini…..

    terima kasih mas komentarnya, menjadikan perenungan saya, dan semoga pengurus TC 125 Indonesia membaca ini, agar telah siap untuk menyiasatinya.

  3. Joko Bodo

    Terima kasih banyak atas sambutannya bung.

    Btw, saya memperhatikan kalimat terakhir yang berbunyi:
    “Bangga Pernah Menjadi Bagian Di Dalamnya”.

    Mohon maaf sebelumnya karena MUNGKIN ini isu yang sensitif.

    Apakah bung sudah tidak lagi menjadi anggota/bagian dari TC? Asumsi saya saat ini bung sudah tidak lagi (setidak-tidaknya secara resmi) menjadi anggota TC. Pertanyaan ini tidak perlu dijawab jika bung menilai ini sudah bersifat pribadi (dapat dimaklumi).

    Namun demikian (Jika asumsi saya benar) sungguh aneh, bila seseorang yang memiliki kemampuan intelektual dan bisa membuat tulisan ini, mau meluangkan waktu demi TC. Padahal bung tidak lagi menjadi bagian di dalamnya.

    Apa maksud dan tujuannya? mengenang kebahagian dan kesenangan masa lalu yang telah lampau? Atau sebenarnya suatu bentuk kerinduan atas masa lalu yang sebenarnya sudah ditinggalkan?

    Kalau begini, tulisan saya yang pertama telah terbukti.
    TC, sebagai suatu komunitas yang didasarkan atas konsumsi barang tersier, merupakan suatu organisasi yang sifatnya rentan. Setiap anggota masuk (dan keluar) dengan mudahnya. Apa yang bisa diharapkan untuk berkembangnya TC jika komitmen anggotanya seperti ini?

    Sekali lagi saya mohon maaf yah bung.
    Semoga bung djoko berkenan untuk diskusi bareng sama saya.

    Terus terang saya sendiri salah satu anggota klub motor yang baru berkembang. Motivasi saya dalam hal ini dalam rangka belajar dari bung djoko yang nampaknya berpengalaman dan cerdas secara intelektual.

  4. Totoks

    udah di balikpapan masih sempet juga ngurusin Club hehehe..

  5. djoko santoso

    @Mas Bro Joko,
    saya panggil Mas Bro ya karena Mas Bro Joko anggota Klub motor juga.
    Sayang sekali Mas Bro Joko tidak menyertakan identitas yang jelas. Tapi ndak papa.
    Benar Mas Bro Joko, saya telah resign dari TC 125 Indonesia. TC adalah sebuah klub yang sangat saya cintai dan saya kagumi, mungin karena saya tidak pernah ikut klub lain kali ya. Karena kekaguman saya membuat saya kehilangan waktu lain karena sebagian besar pikiran saya tercurah padanya. kebodohan saya memang, akibatnya ada korban, keluarga dan kerjaan, sebenarnya sih bisa saja member tapi ndak aktif tapi kok susah (lagi2 karena kebodohan saya). Dan puncaknya ketika di triwulan 3 saya tidak mencapai target yang ditetapkan oleh kantor dan saya didaulat untuk menjadi pengurus pusat (Bendahara Umum) - Saya ndak bisa membagi waktu Bro …. harus ada yang dikorbankan.

    Sudah saya benarkan pernyataan bro diatas, memang TC itu hobby semata, tapi organisasi ini merupakan masa depan, memang sekarang masih tergantung orangnya (SDM) sistem belum begitu jalan, tapi melihat komitmen pengurus sekarang dan kerja team work nya yang cukup bagus, saya yakin organisasi ini adalah masa depan. Mengarah menjadi organsasi motor yang profesional yang modern. Sebagai contoh sekarang adalah HTML, saya sangat mengagumi organisasi ini juga.

    Saya menulis ini semua karena kekaguman dan cinta saya pada TC 125 Indonesia, saya banyak mendapatkan pelajaran yang banyak dari TC 125 Indonesia. Dan hal ini sangat mempengaruhi saya dalam kehidupan bersosial. Tanpa label TC 125 dan NRA di Motor saya, TC 125 Indonesia ada di hati saya, susah dihapusnya. Maaf mungkin saya berlebihan, karena itu saya mengajukan resign dari TC 125 Indonesia. TC telah mengalir ke penjuru pembulu darah saya Mas, dan sudah akut. Saya harus berhenti !!! itu saja.

    Semoga membantu, senang berkenalan dengan Mas Bro, sayang tidak ada identitas yang jelas. Kalau kita bercakap2 di bawah lebih enak kayaknya … hehehehehe
    saya yakin banyak hal yang bisa saya pelajari dari Mas Bro.

  6. djoko santoso

    @Om Totoks, hehehe kan dah balik Om, cuman persiapannya untuk proyek mendatang di Samarinda butuh pemikiran serius Om,Infrastruktur-nya yang saya takutkan.

  7. Hedi

    joss tenan, tapi sing luwih penting ga semena-mena neng embong. biasane klub motor ngono sih :D

  8. kurnia

    Eyang, masakan udah resign dari TC125?
    Jadi sekarang gabung ke TCI yak?

  9. djoko

    @Mas Hedi,
    Benar mas, biasanya sih klub motor semena-mena klo di jalan, sebuah persepsi masyarakat tentang klub motor. Mudah2an temen2 di TC 125 tidak melakukannya.

    @Mas Bro Kurnia,
    iya mas saya dah resign sejak pulang dari Turing Jambore Yogyakarta.

  10. momodE

    eyang emang TOP deh…
    diriku selalu kagum ama sifat eyang…

    kangen ama eyang euy…

    salam hangat dari prospek IC
    hehehe loem sempet transfer jadi prospek mulu…

  11. Djoko Santoso

    Kok ya bisa nemu postingan lama gitu … hehehehe

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

About Djoko Santoso [Ngoceh]

Blog saya ini berkisar tentang rokok, terutama rokok rakyat, rokok yang diproduksi secara home industri, tetapi tidak menutup kemungkinan berisi semua informasi tentang rokok, saya suka koleksi rokok-rokok daerah yang jarang ditemui di kota besar.

PERINGATAN PEMERINTAH : MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN