March 22

Telaga Warna [extrem-track]

“Sesuaikan sepedamu dengan habitatnya !!!”
hahaha

Trek Telaga Warna,
Saya melewati trek ini belum pernah, tetapi mendengar dan membaca tentang trek ini saya langsung tertarik, sepertinya mantap banget.
Tanggal 16 Maret 2010 bertepatan dengan liburan Nyepi, kami baruberkesempatan untuk menjajal trek ini.
Rencananya sih kita akan tembus 2 trek sekaligus, Telaga Warna dan dilanjut ke Trek Rindu Alam, wah sangat menantang nih, pasti butuhstamina yang lumayan.
Tiba di Mang Ade dah cukup siang, tepatnya jam 8 pagi dan masih ada 1 peserta lagi yang terkena macet karena terlambat akibat dari harus ganti ban yang bocor.
Start dari Mang Ade pukul 10.15 sudah cukup siang, dan diguyur hujan yang cukup deras, tapi semangat kami cukup kuat dan tetap berani melawan hujan dan dingin.

Sebenarnya kami tergolong nekat atau bodoh, dengan kondisi hujan dan dengan kemampuan gowes teman-teman yang tergolong pemula, seharusnya kami melewati rute lain yang lebih bersahabat. Tapi ya sutra-lah, semua menginginkan tantangan baru.

Diawali dengan tanjakan ringan di kebun teh yang mayoritas makadam, kami masih bisa gowes dengan ketawa ketiwi, lancar makmur sejahtera, hingga warung sebelum masuk hutan.

Awal masuk hutan kami sudah disuguhi oleh turunan yang cukup licin karena trek bercampur dengan aliran air hujan. Sedikit demi sedikit turunan dan halangan dapat saya lalui dengan tetep berada di atas pedal, namun teman-teman yang lain banyak yang TTB (tuntun bike).

klik disini untuk melanjutkan cerita … saya terjatuh ….

March 8

Ngelundung

hati-hati pinjam sepeda !
Malam minggu, saya mencoba sepeda temen yang telah kena racun seli, sepeda itu milik Mas Kuskus. Karena kecerobohan saya, akhirnya saya jatuh tersungkur mencium tanah, jatuh pada posisi yang tidak tepat, dimana lutut saya jatuh terlebih dulu.

Pada mulanya tidak merasa sakit, biasa saja, Minggu pagi saat mau berangkat di acara Family Gathering kantor saya, mulai terasa ngilu di lutut, tapi tidak saya rasakan, malah saya masih bisa ikut sepeda sehat. Nah malamnya ….. sudah tidak tahan menahan rasa sakit di lutut …. sakit sekali.

Akibatnya …. hari Senin tidak ngantor, berjalanpun terasa sakit yang amat sangat.

Kenapa bisa terjadi ? ini adalah hal yang penting.
Saya tidak mempelajari posisi rem pada seli teman saya, handle rem belakang seluruh sepeda saya terletak disebelah kiri, tapi handle rem sebelah kiri sepeda teman saya adalah rem depan, akibatnya saya terjungkal …
(kapokmu kapan !)

pesan moral : kenali sepeda yang akan kamu kendarai

.

Category: gowes | LEAVE A COMMENT
February 9

RA-Gadog yang ngangenin

Gowes RA-Gadog yang ke-2 kali ini (tanggal 6 Pebruari 2010) saya hanya berdua dengan Om Dian Nugroho, kami langsung janjian utk bertemu di Masjid Gadog.

Setelah sarapan di warung sebelah Mang Ade, kami baru memulai trip RA-Gadog.

Rute yang saya tempuh kali ini berbeda dengan Rute pertama saya ke Gadog, dimana saya kali ini tidak melewati jalur Ngehe 2, tetapi setelah Ngehe 1 saya ambil jalur ke kanan, saya tidak tau namanya apa jalur ini.

Rute di setelah Ngehe 1 berupa turunan dan sedikit sekali tanjakannya, hampir 100% jalan makadam, ampun, badan saya sampai bergetar rasanya (sepertinya kapok saya lewat jalan ini) hehehe.

Setelah sampai di jalanan aspal, setelah tanjakan pasar (ndak tau juga namanya pasar apa) Om Dian sempat mengalami bocor Ban, dan ganti Ban dalam.

Alhamdulillah perjalanan secara umum lantjar djaja, tidak ada hambatan kecuali ban bocor saja. Kami tiba di Masjid Gadog rupanya yang pertama tepat saat azan Duhur.

Category: gowes | LEAVE A COMMENT
February 2

Rute Klasik Rindu Alam-Gadog

Sempat ragu-ragu untuk menjajal rute ini karena beberapa hal :
1. masih newbie urusan cross country (XC)
2. temen yang memandu batal, karena ada urusan lain
3. musim hujan
kumplit sudah ……

Berbekal semangat, saya mencoba bertanya di milis Robek (B2W Rombongan Bekasi) dan forum sepedaku.com tentang kendala teknis track/rute RA-Gadog, juga mencoba mencari  teman seperjalanan yang sudah biasa. Alhamdulillah berkat usaha keras akhirnya ada yang menemani Oprotan di RA, yaitu Om HPW [Hendro Purwanto] dan Om Ponco.

Pukul 06.30 saya sudah berada di Masjid Gadog tempat biasa para pesepeda gunung mangkal kalau mau oprotan daerah puncak. Kami ber-8 temen satu kantor.
Setelah semua berkumpul kami menuju Pos pemberangkatan di Warung Mang Ade dekat RM Rindu Alam Puncak Bogor dengan menggunakan kendaraan angkot yang memang sudah biasa mengantar naik.

Di Warung Mang Ade kami melakukan persiapan dan sarapan pagi, sekitar pukul 7.30 kami baru memulai perjalanan menempuh track Rindu Alam – Gadog.

Perjalanan diawali dengan jalan berbatu dan beberapa turunan yang agak curam bagi pemula, ada beberapa teman yang harus TTB (tuntun Bike) … weleh ! hehehehe


narsis dengan muka masih berseri

Pemberhentian pertama adalah Arena Paralayang,
Sampai disini saya sudah mulai bisa menyesuaikan handling sepeda saya dan mulai comfort, walau pada saat turunan sebelumnya belum berani kencang larinya, tapi lumayanlah ….hihihihi

Perjalanan berikutnya melalui Jalur Bak Kontrol, track ini berupa single track di hutan dengan semak-semak sebelah kanan dan ada banyak bak-bak kontrol sungai kecil, sedang disebelah kanan jurang yang tidak begitu dalam. Kami harus menyeberangi beberapa sungai berbatu pada track ini dengan TTb tentunya. Jalur ini berakhir hingga Perkebunan Teh Gunung Mas.


TTB nyeberang sungai kecil

Kami beristirahat sebentar, perjalanan dilanjutkan hingga pintu gerbang Taman Safari Puncak, track didominasi dengan jalan makadam dengan beberapa tanjakan dan turunan. Menjelang Pintu Gerbang Taman Safari, banyak anak-anak dan ojek yang menawarkan diri …. perasaan sudah tidak enak nih. hehehehe


warung depan pintu gerbang Taman Safari – tu kan ada tukang ojek dan anak-anak hihihihi

Benar saja setelah melewati jembatan kami sudah disuguhi tanjakan asyik yang namanya kesohor itu namanya NGEHE 1, kami beristirahat hingga separuh perjalanan NGEHE 1 karena beberapa teman tertinggal cukup jauh.
Ditempat pemberhentian ini ada persimpangan menuju ke Track Kondangan, kenapa dinamain itu ? saya sendiri tidak tau.


berhenti dipertengahan NGEHE 1

Perjalanan dilanjutkan hingga pos terakhir NGEHE 1, yaitu Saung Seng. Track NGEHE 1 70% berupa jalan cor 30% berikutnya jalan tanah dan sedikit batu, 100% jalanan miring semua …. ampunnnnn. Tetapi alhamdulillah saya tetap bersemangat nanjak dengan di gowes, dan berhenti berkala untuk mengatur nafas dan menurunkan detak jantung agar stabil, namun ada beberapa jalan yang tidak gowesable, karena jalan batu yang cukup besar dan beberapa jalan tanah yang cukup curam dan hancur karena jalan ini juga dilewati mobil.


Pos Terakhir NGEHE 1 – Saung Seng

Disaung Seng ini kami beristrahat cukup lama, karena track Ngehe 1 bener-bener Ngehe !!!

Perjalanan melintasi Track NGEHE 2 berupa jalan tanah dengan tanjakan yang cukup curam, ada 2 alternatif melalui NGEHE 2 ini, yang pertama jalan tanah namun memotong atau jalan makadam tetapi memutar, kami mengambil alternatif jalan tanah. 50% tidak Gowesable … terlalu curam untuk ukuran pemula seperti saya dan licin karena bekas hujan.


Narsis di perjalanan Ngehe 2


Foto bersama Suhu Om Hendro

Track berikutnya yang dilalui 80% turunan dengan bervariasi medan, antara lain tanah, batu yang sangat licin dan lumpur. Pada track ini ada sedikit jalan yang rusak karena juga dilalui oleh komunitas motor trail … di track ini kita bisa mengeksplor kemampuan kita dalam mengahadapi medan turunan ….. sumpah mantap habis …

Hingga kami menemui jalan beraspal …. perjalanan di jalan beraspal ini kita tempuh kurang lebih 7-8 km hingga Gadog, merupakan track pelepas dahaga … hahahahaha


berikut kira-kira Track RA-Gadok (track sebenarnya yg kami lalui menyusul, masih di GPS Mas Esaf)

Djoko Santoso,
mengucapkan terima kasih kepada :
– Allah SWT
– Istri dan anak2 tercinta yang telah mensuport
– Teman-teman Robek atas penjelasan track dan advis-nya
– Team Gowes Salemba yang gagah perkasa
– Om Ponco yang menemani gowes hingga Ngehe 1

dan mengucapkan terima kasih yang sangat special kepada :
– Om Hendro Purwanto yang dengan sangat-sangat sabar memandu dan mngajari kami bagaimana ber-offroad ria. salut !!! semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah.

Category: gowes | LEAVE A COMMENT
January 19

Gowes Gadog-Bukit Pelangi PP

Minggu tanggal 1 Nov 2009 saya berkesempatan untuk kembali menjelajahi jalur Gadog – Bukit Pelangi PP
kalau di perjalanan yang pertama saya bersama Mas Ichank dari Rosela (teman saya di klub motor), kali ini kami ber-9
terdiri dari 5 Sepeda Lipat dan 4 MTB.

Semuanya pemula untuk urusan tanjak-menanjak.
kami parkir di RM Sederhana, pukul 7 pagi kita baru mulai jalan.
3km awal didominasi oleh tanjakan yg cukup curam,
berikutnya jalanan menurun terus hingga Danau Cinta (Lapangan Golf Bukit Pelangi) sepanjang 5km-an.
baru setelah Danau itu tanjakan lagi hingga Kantor Pemasaran Bukit Pelangi.
waktunya kami tempuh kira-kira 2 jam hingga Kantor Pemasaran Bukit Pelangi.

Pulangnya ….
Putus 5 orang, 2 MTB dan 3 Seli naik angkot, tidak kuat lagi nanjak pulang ke Gadog.

2 seli dan 2 MTB tetep jalan gowes hingga Gadog,
salah satu teman saya sempat mencium tanah air karena menghindari motor diturunan dekat Gadog ketika pulang.

Jalur ini asyik buat saya, karena :
– pemandangannya bagus, alternatif buat seli diluar jalanan perkotaan.
– tidak terlalu banyak mobil dan motor.
– pas buat seli karena jalanan aspal bagus.
– untuk pemula enak, kalau tidak kuat, sewa angkot atau ojek untuk pulang … hehehehe

Total jarak tempuh 19.4km